Jakarta - Pernahkah Anda membayangkan membayar belasan juta rupiah hanya untuk tidur di dalam sel penjara?
Sensasi antimainstream itulah yang kini ditawarkan oleh Jepang.
Mulai 25 Juni 2026, Hoshinoya Nara Prison, sebuah hotel mewah yang memanfaatkan bangunan bekas penjara bersejarah di Nara, resmi membuka pintunya untuk para pelancong berkantong tebal.
Dikelola oleh jaringan perhotelan elite Jepang, Hoshino Resort, proyek ambisius ini menyulap atmosfer dingin dan mencekam dari bangunan peninggalan era Meiji menjadi sebuah oasis kemewahan yang sarat nilai sejarah.
"Kami tidak hanya menjual kamar, tapi juga berkomitmen mewariskan nilai sejarah dan arsitektur bangunan ini kepada generasi masa depan," ungkap Masaya Kakegawa, General Manager Hoshinoya Nara Prison, seperti dilansir dari The Straits Times, Rabu (1/7/2026).
Tidur di Sel Tahanan Tanpa Gadget dan Jam Dinding
Untuk menciptakan kamar suite yang super nyaman, pihak arsitek menggabungkan 9 hingga 11 sel tahanan tunggal menjadi satu kamar mewah beratap tinggi (3,5 meter).
Meski fasilitasnya kelas bintang lima, Anda masih bisa merasakan struktur dinding bata ekspos asli dan jeruji besi kokoh pada jendelanya.
Menariknya, demi memberikan pengalaman "isolasi diri" yang hakiki dari penatnya dunia modern, hotel ini sengaja tidak menyediakan televisi maupun jam dinding di dalam kamar.
Tamu diajak untuk benar-benar menikmati ketenangan tanpa distorsi waktu dan informasi.
Tersedia tiga tipe kamar premium, dengan varian tertinggi bernama 11-Cell Deluxe yang dilengkapi dengan ruang keluarga dan area bersantai yang luas.
Intip Tarif Per Malam dan Paket Museum
Menjadi "narapidana" di hotel ini tentu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.
Berikut rincian biaya dan fasilitas yang ditawarkan:
-
Tarif Kamar Suite: Mulai dari 147.000 Yen (sekitar Rp 16,2 juta per malam, dengan asumsi kurs Rp 110). Tarif ini sudah mencakup tiket terusan gratis ke Museum Penjara Nara.
-
Akses Museum Non-Tamu: Bagi wisatawan yang hanya ingin berkunjung tanpa menginap, harga tiket masuk museum dibanderol seharga 2.500 Yen (sekitar Rp 275 ribu).
Di area museum, pengunjung dapat menyusuri lorong penjara asli di Blok Sel Ketiga yang masih mempertahankan 96 sel tunggal dengan pintu kayu asli dan kunci besi yang berbobot berat.
Di sini juga dipamerkan karya seni, kaligrafi, hingga karya sastra otentik buatan para narapidana terdahulu.
Menara Pengawas dan Filosofi Arsitektur Barat
Secara historis, Penjara Nara yang beroperasi sejak era Meiji hingga ditutup pada tahun 2017 ini merupakan mahakarya arsitek Keijiro Yamashita.
Bangunan ini mengadopsi Sistem Haviland khas Eropa, di mana lima sayap barak tahanan memancar dari satu menara pengawas pusat.
Desain radial ini dahulu sengaja dibuat agar sipir bisa mengawasi seluruh sudut lorong hanya dari satu titik pasif.
Kini, setelah sempat berfungsi sebagai penjara remaja, empat dari lima sayap sel tersebut telah bertransformasi menjadi kamar hotel mewah.
Nilai tambahnya? Hotel ini juga terletak dekat dengan Taman Nara yang ikonik, memungkinkan para tamu untuk berjalan-jalan sore sembari berinteraksi dengan ratusan rusa ramah yang berkeliaran bebas.
Pemesanan kamar kini sudah dibuka secara global melalui situs resmi Hoshino Resort.
Editor : Iwan Arfianto