JEPANG —Harga beras di Jepang akhirnya menurun pada Mei 2026 setelah bertahan tinggi selama 3,5 tahun.
Penurunan ini menjadi yang pertama sejak November 2022, menandakan perubahan signifikan dalam harga bahan makanan pokok di Jepang.
Menurut laporan terbaru, harga beras di Jepang, tanpa varietas premium koshihikari, tercatat 5,4% lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu pada waktu yang sama.
Ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap harga mulai berkurang setelah sebelumnya beras menjadi salah satu barang yang paling memberatkan konsumen di Jepang.
Baca Juga: Menkes Budi Kaget Banyak Dokter Keluhkan Bullying dari Senior Rekan Sejawat
Penurunan harga ini sangat berarti karena beras merupakan makanan pokok dalam konsumsi sehari-hari masyarakat Jepang. Ketika harga turun setelah lama mengalami kenaikan, dampaknya langsung dirasakan oleh rumah tangga yang selama ini harus menyesuaikan anggaran untuk kebutuhan dasar.
Dalam perkembangan serupa, laporan terbaru di akhir Juni 2026 juga menunjukkan bahwa tren penurunan masih berlanjut di pasar ritel. Harga rata-rata beras kemasan 5 kilogram di supermarket dilaporkan semakin menurun, bahkan banyak toko menjualnya di bawah 3.000 yen, yang menunjukkan adanya pasokan yang lebih melimpah dan tekanan harga yang berkurang.
Bagi pemerintah Jepang, penurunan harga beras menjadi sinyal positif setelah mengalami kenaikan harga yang telah mengurangi daya beli masyarakat.
Baca Juga: Populasi Kunang-Kunang Menyusut, Ini Kata Pakar IPB
Namun, fokus utama tetap pada kestabilan harga agar penurunan ini tidak bersifat sementara, melainkan mencerminkan keadaan pasar yang lebih seimbang.
Penurunan harga beras di Jepang pada Mei 2026 bukanlah hanya isu ekonomi biasa, tetapi juga merupakan tanda bahwa pasar mulai beranjak menuju stabilitas. Setelah 3,5 tahun, penurunan ini memberikan harapan baru bagi konsumen yang telah menunggu harga bahan pokok kembali lebih terjangkau. (*)
Editor : Anita Fitriani