RADAR KUDUS – Ledakan dahsyat terjadi di fasilitas pengolahan gas alam cair (LNG) yang berada di kawasan industri Ras Laffan Industrial City, Qatar, pada Minggu (21/6/2026) malam waktu setempat.
Peristiwa tersebut menyebabkan puluhan orang mengalami luka-luka, sementara sejumlah pekerja lainnya masih belum ditemukan dan terus dicari oleh tim penyelamat.
Pemerintah Qatar melalui Kementerian Dalam Negeri menjelaskan bahwa ledakan disusul kebakaran hebat terjadi di fasilitas pasokan gas Barzan ketika instalasi tersebut sedang memasuki tahap awal pengoperasian kembali atau start-up.
Otoritas setempat menyebut indikasi awal mengarah pada gangguan teknis sebagai pemicu insiden.
Meski demikian, penyebab pasti ledakan hingga kini masih diselidiki oleh tim investigasi.
Perusahaan energi nasional Qatar, QatarEnergy, membenarkan bahwa insiden berlangsung di Ras Laffan Industrial City, kawasan yang dikenal sebagai pusat industri energi terbesar di negara tersebut.
Sedikitnya 54 orang mengalami cedera akibat ledakan, sedangkan 18 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Hingga kini, proses pencarian dan evakuasi korban masih terus dilakukan oleh petugas gabungan di lokasi kejadian.
Seorang jurnalis AFP yang berada sekitar 20 kilometer dari lokasi melaporkan kobaran api tampak membumbung tinggi dan menerangi langit malam.
Asap hitam pekat juga terlihat mengepul dari kompleks industri tersebut, menunjukkan besarnya skala kebakaran yang terjadi.
Sementara itu, laporan tirto.id menyebut jumlah korban jiwa mencapai sedikitnya 13 orang, sedangkan 66 orang lainnya mengalami luka-luka.
Menteri Energi Qatar, Saad al-Kaabi, mengatakan seluruh korban merupakan pekerja asal India dan Pakistan.
"Ini adalah kecelakaan dan bukan sabotase atau tindakan yang bersifat bermusuhan. Produksi pabrik sengaja dihentikan sepenuhnya sejak Desember 2025 karena kebutuhan perawatan mendesak, dan baru dimulai kembali dua hari yang lalu," ujar Saad al-Kaabi.
Al-Kaabi menegaskan insiden tersebut tidak mengganggu kegiatan ekspor gas alam cair Qatar ke berbagai negara.
Meski begitu, pemerintah belum mengungkap tingkat kerusakan yang dialami fasilitas produksi tersebut.
ledakan terjadi ketika unit pengolahan minyak mentah sedang beroperasi secara penuh.
Tak lama setelah kejadian, petugas pemadam kebakaran dikerahkan dan berhasil mengendalikan kobaran api dalam waktu relatif singkat.
Kementerian Energi Qatar juga bekerja sama dengan unsur militer serta tim penyelamat khusus untuk mempercepat pencarian para pekerja yang masih dinyatakan hilang.
Ras Laffan selama ini dikenal sebagai pusat produksi LNG terbesar di dunia sekaligus menjadi tulang punggung industri energi Qatar.
Kompleks tersebut memegang peranan penting dalam rantai pasok energi global karena Qatar merupakan salah satu eksportir gas alam cair terbesar bersama Amerika Serikat, Australia, dan Rusia.
Sebelum insiden terbaru ini, kawasan Ras Laffan juga beberapa kali menjadi sorotan akibat dampak ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Wilayah industri tersebut bahkan sempat dilaporkan mengalami kerusakan dan menjadi sasaran serangan di tengah meningkatnya konflik regional.
Hingga saat ini, pemerintah Qatar masih terus melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab ledakan serta memperbarui data korban yang terdampak dalam insiden tersebut.
Editor : Ali Mustofa