RADAR KUDUS – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyampaikan dukungan penuh kepada Menteri Luar Negeri Oman, Badr al-Busaidi, terkait meningkatnya tekanan dan ancaman dari Amerika Serikat mengenai pengelolaan Selat Hormuz.
Melalui pernyataan yang diunggah di media sosial X pada Jumat, Araghchi mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan pembicaraan yang konstruktif dengan Menlu Oman.
Dalam diskusi tersebut, Iran menegaskan solidaritasnya kepada Oman dalam menghadapi berbagai ancaman yang muncul terkait kawasan strategis tersebut.
Menurut Araghchi, kedua negara juga membahas masa depan pengelolaan Selat Hormuz dengan tetap mengacu pada prinsip kedaulatan negara serta ketentuan hukum internasional yang berlaku.
Ia menambahkan bahwa Iran dan Oman sepakat pentingnya melakukan konsultasi dengan negara-negara tetangga yang memiliki kepentingan di kawasan tersebut.
Pernyataan itu muncul setelah Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, sebelumnya memperingatkan Oman bahwa Washington akan mengambil tindakan terhadap pihak mana pun yang membantu Iran dalam pengumpulan biaya transit di Selat Hormuz.
Ketegangan semakin meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan pernyataan keras yang mengancam Oman apabila negara tersebut berupaya mengambil kendali atas jalur pelayaran strategis tersebut.
Situasi di kawasan Teluk masih menjadi perhatian dunia sejak pecahnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Pada 28 Februari lalu, AS bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di wilayah Iran.
Teheran kemudian membalas dengan serangan yang menyasar Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di beberapa negara Teluk Persia.
Meski demikian, perkembangan diplomatik mulai terlihat setelah Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata pada 7 April.
Saat ini kedua negara dikabarkan masih berupaya menyusun nota kesepahaman yang bertujuan mengakhiri permusuhan secara menyeluruh dan membuka jalan bagi stabilitas kawasan yang lebih baik.
Editor : Ali Mustofa