RADAR KUDUS – Pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 kembali menunjukkan antusiasme besar umat Islam dunia.
Pemerintah Arab Saudi mengumumkan jumlah jemaah haji tahun ini berhasil melampaui angka 1,7 juta orang yang datang dari berbagai negara.
Berdasarkan data resmi yang dilaporkan media Arab News pada Rabu (27/5/2026), total jemaah yang berada di Makkah dan Madinah mencapai 1.707.301 orang.
Jumlah tersebut meningkat dibanding musim haji tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 1.673.230 jemaah.
Artinya, terjadi kenaikan sekitar 2,04 persen atau bertambah 34.071 jemaah dibanding tahun lalu.
Peningkatan jumlah jemaah ini menjadi bukti bahwa minat umat Islam untuk menunaikan ibadah haji tetap sangat tinggi meskipun situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah masih diwarnai ketegangan.
Pemerintah Arab Saudi menyebut kenaikan jumlah jemaah tidak lepas dari berbagai langkah pembenahan yang dilakukan dalam sistem pelayanan haji.
Kerajaan terus menyederhanakan regulasi operasional serta memperluas fasilitas di berbagai pintu masuk negara guna mempercepat proses kedatangan jemaah.
Selain itu, otoritas Saudi juga fokus meningkatkan kenyamanan dan keamanan jemaah melalui penerapan teknologi digital dalam pengelolaan layanan haji.
Pengelolaan jutaan jemaah tahun ini disebut semakin mengandalkan sistem digitalisasi dan manajemen pengendalian massa berbasis teknologi modern.
Koordinasi antarpetugas keamanan, tenaga medis, serta tim logistik dilakukan secara ketat agar seluruh proses ibadah berjalan lancar dan aman.
Langkah tersebut dinilai berhasil menjaga efisiensi operasional di tengah padatnya aktivitas jemaah di Tanah Suci.
Data Otoritas Umum Statistik Arab Saudi menunjukkan sebanyak 1.546.655 jemaah berasal dari luar Arab Saudi.
Sedangkan sekitar 160.646 orang merupakan warga lokal dan ekspatriat yang tinggal di dalam negeri.
Jumlah itu memperlihatkan bahwa pelaksanaan haji tetap didominasi jemaah internasional dari berbagai penjuru dunia.
Dari sisi transportasi, jalur udara masih menjadi pilihan utama para jemaah.
Tercatat sebanyak 1.485.729 jemaah tiba melalui penerbangan internasional.
Sementara sekitar 54.429 jemaah masuk melalui jalur darat, dan 6.497 lainnya menggunakan jalur laut.
Salah satu inovasi yang paling banyak membantu jemaah adalah program Makkah Route Initiative.
Program ini memungkinkan proses pemeriksaan paspor, administrasi, hingga bea cukai dilakukan langsung di negara asal.
Dengan sistem tersebut, jemaah dapat langsung menuju hotel setibanya di Arab Saudi tanpa harus antre panjang di bandara kedatangan.
Jumlah pengguna layanan ini meningkat cukup tajam, dari 314.337 jemaah tahun lalu menjadi 388.694 jemaah pada musim haji tahun ini atau naik sekitar 23,7 persen.
Untuk mendukung kelancaran ibadah haji, Arab Saudi juga menambah jumlah petugas operasional menjadi 441.049 orang.
Angka itu meningkat dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 420.070 petugas.
Sementara jumlah relawan justru mengalami penurunan menjadi 26.701 orang atau turun sekitar 22,7 persen dibanding musim haji sebelumnya.
Seluruh data tersebut berasal dari administrasi resmi Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi yang digunakan sebagai sumber statistik pelaksanaan haji tahun ini.
Top of Form
Bottom of Form
Editor : Ali Mustofa