RADAR KUDUS – Presiden China Xi Jinping mengajak Rusia memperkuat kemitraan strategis jangka panjang guna mendorong terciptanya tata kelola global yang lebih adil dan setara.
Seruan tersebut disampaikan Xi saat bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Beijing, Rabu (20/5).
Xi menilai kondisi dunia saat ini semakin rumit dan penuh gejolak akibat meningkatnya praktik hegemoni sepihak.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa perdamaian, pembangunan, dan kerja sama tetap menjadi harapan utama masyarakat internasional.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan koordinasi strategis menyeluruh antara China dan Rusia untuk mempercepat pembangunan di kedua negara.
Menurut Xi, hubungan bilateral semakin kuat seiring meningkatnya kepercayaan politik, kerja sama lintas sektor, serta komitmen bersama dalam menegakkan keadilan dan kesetaraan global.
Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di Beijing pada Selasa malam (19/5) sekitar pukul 23.50 waktu setempat untuk kunjungan kenegaraan selama dua hari.
Ia disambut Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Bandara Internasional Ibu Kota Beijing, bersama sejumlah pejabat serta puluhan pemuda yang mengibarkan bendera kedua negara.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun menyatakan kunjungan tersebut menegaskan posisi China dan Rusia sebagai mitra strategis komprehensif di era baru.
Selama kunjungan, kedua pemimpin dijadwalkan membahas hubungan bilateral, kerja sama di berbagai bidang, serta isu regional dan global yang menjadi kepentingan bersama.
Guo menambahkan, pemerintah China optimistis hubungan persahabatan kedua negara akan semakin mendapat dukungan luas dari masyarakat, termasuk generasi muda yang diharapkan turut memperkuat kemitraan strategis di masa depan.
Kunjungan Putin ke Beijing berlangsung hanya beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuntaskan kunjungan resminya ke China pada 13–15 Mei 2026.
Pertemuan tatap muka terakhir Xi dan Putin sebelumnya berlangsung dalam KTT Shanghai Cooperation Organization di Tianjin pada 31 Agustus–1 September 2025, sementara komunikasi terakhir keduanya melalui sambungan video terjadi pada 4 Februari 2026.
Selama berada di Beijing, Putin dikabarkan menginap di Wisma Negara Diaoyutai, yang kerap digunakan untuk menerima tamu kenegaraan.
Editor : Ali Mustofa