Jakarta - Sebuah kapal yang mengangkut puluhan migran tanpa dokumen dilaporkan tenggelam di perairan dekat Pulau Pangkor, Malaysia.
Otoritas setempat menyebut para penumpang diduga berasal dari Indonesia dan tengah menuju sejumlah wilayah di Malaysia saat insiden terjadi.
Peristiwa itu pertama kali diketahui setelah seorang nelayan melaporkan adanya sejumlah orang terapung di laut pada Senin pagi.
Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti oleh otoritas maritim Malaysia yang mengerahkan tim penyelamat ke lokasi kejadian.
Hasil penyelidikan awal menunjukkan kapal tersebut membawa sekitar 37 orang migran.
Hingga saat ini, puluhan korban telah ditemukan selamat, sementara sejumlah lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian intensif.
Pihak berwenang Malaysia menyebut operasi pencarian terus dilakukan dengan melibatkan kapal patroli, helikopter, serta pesawat pemantau udara guna memperluas area penyisiran di sekitar lokasi tenggelamnya kapal.
Menurut informasi awal, para migran disebut berangkat dari wilayah Kisaran, Indonesia, beberapa hari sebelum kejadian.
Mereka diduga hendak menuju sejumlah daerah di Malaysia, termasuk kawasan perkotaan dan pusat ekonomi untuk mencari pekerjaan.
Korban yang berhasil diselamatkan telah diamankan oleh aparat guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait identitas dan dugaan jaringan penyelundupan manusia yang terlibat dalam perjalanan tersebut.
Malaysia selama ini menjadi salah satu negara tujuan pekerja migran dari berbagai negara Asia, termasuk Indonesia.
Namun, jalur masuk ilegal melalui laut masih kerap digunakan karena dianggap lebih cepat meski memiliki risiko tinggi.
Kasus kapal tenggelam yang membawa migran bukan kali pertama terjadi di kawasan tersebut.
Penyeberangan tanpa dokumen melalui jalur laut sering kali dilakukan menggunakan kapal kecil dengan kapasitas terbatas, sehingga rawan mengalami kecelakaan di tengah cuaca buruk maupun kondisi laut yang tidak bersahabat.
Otoritas Malaysia menyatakan investigasi masih berlangsung untuk mengungkap penyebab pasti tenggelamnya kapal serta kemungkinan keterlibatan sindikat perdagangan manusia di balik perjalanan ilegal tersebut.
Editor : Iwan Arfianto