Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Nike PHK 1.400 Karyawan, Dampak Persaingan Makin Terasa

Iwan Arfianto • Jumat, 24 April 2026 | 13:34 WIB
Foto. Nike
Foto. Nike

 

Jakarta – Nike kembali melakukan langkah efisiensi dengan memangkas sekitar 1.400 karyawan di berbagai wilayah operasionalnya.

Jumlah tersebut setara dengan kurang dari 2% dari total tenaga kerja global perusahaan.

Mengutip laporan Reuters, keputusan ini disampaikan oleh Chief Operating Officer Venkatesh Alagirisamy yang menyebut pemangkasan difokuskan pada lini operasional, khususnya divisi teknologi.

Karyawan yang terdampak tersebar di Amerika Utara, Asia, hingga Eropa.

Langkah ini bukan yang pertama. Sebelumnya, pada awal tahun, Nike juga telah mengurangi ratusan karyawan sebagai bagian dari transformasi bisnis dan percepatan otomatisasi.

Dalam komunikasi internal perusahaan, manajemen menyatakan bahwa kebijakan ini diambil untuk menyederhanakan struktur kerja serta meningkatkan efisiensi di tengah tekanan bisnis yang masih berlangsung.

Tertekan Persaingan dan Penurunan Kinerja

Dalam beberapa tahun terakhir, Nike menghadapi persaingan ketat dari sejumlah brand yang dinilai lebih agresif dan inovatif, seperti On, Hoka, dan Anta.

Kondisi ini turut berdampak pada performa saham perusahaan yang mengalami penurunan signifikan dalam tiga tahun terakhir.

CEO Elliott Hill yang mulai memimpin sejak 2024 telah menyiapkan strategi untuk mengembalikan fokus perusahaan pada produk inti seperti sepatu lari dan sepak bola.

Selain itu, Nike juga berupaya mempercepat inovasi produk agar tetap relevan di pasar.

Namun, hingga saat ini margin keuntungan perusahaan masih tertekan.

Salah satu penyebabnya adalah strategi diskon besar untuk mengurangi stok lama di pasar.

Upaya Efisiensi dan Integrasi Operasional

Melalui kebijakan pengurangan karyawan ini, Nike berencana mengintegrasikan rantai pasok secara lebih efisien, mulai dari bahan baku hingga produk jadi.

Selain itu, perusahaan juga akan memusatkan operasional teknologi di dua lokasi utama, yaitu kantor pusat di Beaverton, Amerika Serikat, dan pusat teknologi di India.

Meski tidak merinci besaran penghematan dari kebijakan ini, manajemen menilai langkah tersebut penting untuk mempercepat transformasi perusahaan di tengah dinamika industri yang semakin kompetitif.

Di sisi lain, Nike masih mencatat beberapa capaian positif dari peluncuran produk baru.

Salah satunya adalah lini sepatu terbaru yang sempat mencatat penjualan tinggi dalam waktu singkat, meski belum cukup untuk mengangkat kinerja secara keseluruhan.

Dengan strategi efisiensi dan fokus pada inovasi, Nike berharap dapat kembali memperkuat posisinya di pasar global yang semakin kompetitif.

Editor : Iwan Arfianto
#Restrukturisasi Global #Dampak Persaingan #Pemutusan hubungan kerja #nike #phk karyawan