Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Konflik Rumah Tangga Berujung Maut di Amerika, Ayah Tega Habisi Delapan Anak dalam Penembakan Massal

Ali Mustofa • Senin, 20 April 2026 | 15:15 WIB
Polisi bekerja di luar lokasi penembakan massal, Minggu, 19 April 2026, di Shreveport, La. (AP Photo/Gerald Herbert).
Polisi bekerja di luar lokasi penembakan massal, Minggu, 19 April 2026, di Shreveport, La. (AP Photo/Gerald Herbert).

RADAR KUDUS – Tragedi kemanusiaan mengguncang Amerika Serikat setelah insiden penembakan massal terjadi di Shreveport pada Minggu (19/4) pagi waktu setempat.

Seorang ayah dilaporkan menembak mati delapan anak, yaitu tujuh di antaranya merupakan anak kandungnya sendiri.

Peristiwa ini disebut sebagai salah satu penembakan paling mematikan dalam lebih dari dua tahun terakhir.

Juru bicara Shreveport Police Department, Chris Bordelon, mengungkapkan bahwa dua perempuan turut menjadi korban tembakan, termasuk istri pelaku yang merupakan ibu dari anak-anak tersebut.

Keduanya saat ini masih dalam kondisi kritis.

Peristiwa berdarah ini terjadi sebelum matahari terbit di kawasan permukiman selatan pusat kota.

Polisi menjelaskan, pelaku lebih dulu menembak seorang perempuan di sebuah rumah, kemudian melanjutkan aksinya ke rumah lain tempat tragedi utama terjadi.

Di lokasi kedua, tujuh anak ditemukan meninggal di dalam rumah.

Satu korban anak lainnya ditemukan tewas di atap rumah, diduga berusaha menyelamatkan diri dari serangan brutal tersebut.

Sementara seorang anak berhasil selamat setelah melompat dari atap dan kini dirawat di rumah sakit dalam kondisi stabil.

Pelaku diketahui bernama Shamar Elkins (31). Ia tewas setelah dikejar polisi dalam aksi kejar-kejaran yang berakhir dengan tembakan aparat.

Menurut Bordelon, motif penembakan masih diselidiki, namun indikasi awal menunjukkan bahwa kasus ini merupakan konflik domestik.

Kepala Kepolisian Shreveport, Wayne Smith, mengaku sangat terpukul atas kejadian tersebut. Dalam pernyataannya yang dikutip melalui AP News, ia mengatakan sulit membayangkan tragedi sebesar ini dapat terjadi.

Perwakilan negara bagian Louisiana, Tammy Phelps, menambahkan bahwa beberapa anak sempat mencoba melarikan diri melalui pintu belakang rumah sebelum akhirnya menjadi korban.

Menurut keluarga, pelaku dan istrinya tengah menjalani proses perpisahan dan dijadwalkan menghadiri sidang pengadilan pada Senin (20/4).

Crystal Brown, sepupu salah satu korban selamat, menyebut pasangan tersebut sempat terlibat pertengkaran sebelum penembakan terjadi.

Ia juga mengungkapkan bahwa pelaku memiliki tujuh anak dari dua hubungan berbeda, dan seluruh anak berada di rumah saat kejadian.

Kantor koroner Caddo Parish menyatakan delapan korban anak terdiri dari tiga laki-laki dan lima perempuan dengan usia antara 3 hingga 11 tahun.

Brown menggambarkan mereka sebagai anak-anak yang ceria, ramah, dan penuh kasih.

Tragedi ini kembali menyoroti bahaya kekerasan dalam rumah tangga yang dapat berujung fatal, sekaligus pentingnya deteksi dini terhadap konflik keluarga yang berpotensi membahayakan keselamatan jiwa.

Editor : Ali Mustofa
#tewas #polisi #Penembakan #amerika #kepolisian