Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ketegangan Memuncak di Timur Tengah: Iran Dilaporkan Tutup Selat Hormuz Pasca-Serangan Israel ke Lebanon

Ghina Nailal Husna • Jumat, 10 April 2026 | 21:47 WIB
Iran Dilaporkan Tutup Selat Hormuz Pasca-Serangan Israel ke Lebanon
Iran Dilaporkan Tutup Selat Hormuz Pasca-Serangan Israel ke Lebanon

 

RADAR KUDUS – Eskalasi konflik di Timur Tengah memasuki babak baru yang mengancam stabilitas ekonomi dunia.

Iran dilaporkan mengambil langkah ekstrem dengan menutup Selat Hormuz, jalur arteri pengiriman energi paling vital di planet ini. 

Langkah provokatif ini muncul sebagai respons langsung atas meningkatnya serangan militer Israel ke wilayah Lebanon yang telah memicu kemarahan regional.

Baca Juga: Darurat Narkotika Jenis Baru: BNN Usulkan Larangan Vape Menyusul Temuan Liquid Berbahaya

Selat Hormuz merupakan titik sumbat (chokepoint) maritim yang sangat krusial. Jalur sempit yang memisahkan Teluk Persia dengan Teluk Oman ini merupakan lintasan bagi sekitar 20% hingga 25% pasokan minyak mentah dunia setiap harinya. 

Penutupan jalur ini secara efektif akan memutus rantai pasok energi global dari produsen utama di Timur Tengah menuju pasar internasional, khususnya Asia dan Eropa.

Sejumlah analis energi memperingatkan bahwa blokade di selat ini dapat memicu lonjakan harga minyak mentah secara instan.

Jika ketegangan berlanjut, harga bahan bakar global diprediksi akan meroket, yang berujung pada ancaman inflasi di berbagai negara.

Keputusan Teheran untuk "mengunci" selat tersebut dinilai para pengamat sebagai bentuk tekanan diplomatik dan militer terhadap Barat serta sekutu-sekutunya.

Iran berulang kali memperingatkan bahwa keamanan di kawasan tersebut merupakan satu kesatuan; jika kedaulatan negara-negara tetangganya seperti Lebanon terus digempur, maka keamanan jalur perdagangan internasional tidak lagi terjamin.

 "Jika jalur ini benar-benar ditutup total, dunia akan menghadapi krisis energi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dampaknya tidak hanya terasa pada sektor ekonomi, tetapi juga pada stabilitas keamanan maritim global," ujar seorang analis senior hubungan internasional.

Meski kabar penutupan ini telah memicu kepanikan di bursa komoditas, hingga saat ini otoritas resmi Iran belum memberikan pernyataan tunggal mengenai penutupan total yang bersifat permanen.

Baca Juga: Transparansi Penegakan Hukum: Kejaksaan Agung Pamerkan Uang Sitaan Rp11,4 Triliun Hasil Penertiban Kawasan Hutan

 Beberapa laporan di lapangan menyebutkan bahwa kapal-kapal tanker masih terlihat melintas, namun di bawah pengawasan ketat dan intimidasi dari armada laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Situasi di lapangan saat ini sangat dinamis. Komunitas internasional, termasuk Amerika Serikat dan Uni Eropa, dikabarkan tengah melakukan pemantauan satelit secara real-time untuk memastikan status akses di Selat Hormuz. 

Dunia kini menunggu apakah langkah Iran ini merupakan blokade fisik sepenuhnya atau sekadar gertakan politik untuk meredam agresi di Lebanon. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#Geopolitik Timur Tengah #Konflik Iran-Israel #Pasokan Minyak Global #selat hormuz #krisis energi