Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka oleh Israel, Jemaah Subuh Menangis Haru

Ali Mustofa • Dipublikasikan Kamis, 9 April 2026 | 14:23 WIB
Dome of The Rock di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerussalem. (Pexels)
Dome of The Rock di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerussalem. (Pexels)

RADAR KUDUS Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur akhirnya kembali dibuka bagi umat Muslim setelah sempat ditutup beberapa pekan oleh otoritas Israel.

Pembukaan kembali ini menandai berakhirnya pembatasan yang berlaku sejak 28 Februari lalu.

Penutupan total situs suci tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan akibat operasi militer gabungan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.

Situasi itu menjadikan penutupan kali ini sebagai yang pertama sejak pendudukan Yerusalem Timur pada 1967.

Mengutip laporan Anadolu, masjid di kawasan Kota Tua dibuka kembali saat waktu fajar, Kamis (9/4/2026).

Ratusan warga Palestina langsung memasuki kompleks Al-Haram al-Sharif begitu gerbang dibuka bersamaan dengan azan Subuh.

Sejumlah jemaah tampak menangis dan bersujud syukur di halaman masjid sebelum melaksanakan salat berjamaah pertama sejak penutupan diberlakukan.

Selama masa pembatasan, tidak ada kelonggaran bagi umat Muslim untuk beribadah di sana, bahkan saat Ramadan maupun Idul Fitri.

Otoritas hanya mengizinkan staf masjid serta pejabat Wakaf Islam Yerusalem memasuki area tersebut, sementara warga diarahkan beribadah di masjid-masjid kecil di berbagai penjuru kota.

Di tengah penutupan itu, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir sempat memasuki kompleks pada 6 April, memicu kritik luas dari dunia Arab dan Muslim.

Selain Al-Aqsa, otoritas juga menutup sejumlah situs suci Kristen, termasuk Gereja Makam Kudus, serta melarang jemaah menghadiri perayaan Paskah.

Penutupan ini dilakukan dengan alasan pencegahan kerumunan selama konflik regional berlangsung.

Polisi Israel menyatakan ratusan petugas akan disiagakan di Kota Tua dan jalur menuju lokasi ibadah untuk menjamin keamanan pengunjung.

Departemen Wakaf Islam memastikan Masjid Al-Aqsa dibuka kembali mulai salat Subuh dan seluruh jemaah diperbolehkan masuk.

Di sisi lain, mantan Ketua Knesset, Avraham Burg, mengungkap adanya setidaknya lima upaya kelompok Yahudi ekstremis untuk meledakkan Masjid Al-Aqsa dan Kubah Batu sejak 1967.

Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara dengan komentator Amerika Tucker Carlson yang kemudian dikutip oleh Al Jazeera.

Burg menilai isu tersebut bukan sekadar soal dukungan publik, melainkan menyangkut komitmen dan fanatisme kelompok tertentu yang siap bertindak.

Editor : Ali Mustofa
yerussalem Masjid Al-Aqsa Israel palestina operasi militer