Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dunia Pendidikan Diserang! Iran Murka Usai Kampus Prestisius Jadi Target Serangan

Ali Mustofa • Selasa, 7 April 2026 | 11:12 WIB
Menlu Iran kecam keras serangan AS-Israel ke kampus Sharif, sebut serangan ini kejahatan terhadap ilmu dan masa depan Iran.
Menlu Iran kecam keras serangan AS-Israel ke kampus Sharif, sebut serangan ini kejahatan terhadap ilmu dan masa depan Iran.

RADAR KUDUS – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melontarkan kecaman keras atas serangan terbaru yang disebut melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Sharif University of Technology, kampus teknik bergengsi di Iran yang kerap dijuluki sebagai “MIT-nya Iran”.

Melalui pernyataan di platform X, Araghchi menilai serangan tersebut sebagai aksi kriminal karena menyasar pusat riset, ilmu pengetahuan, dan inovasi.

Ia menegaskan bahwa serangan ini menambah daftar fasilitas pendidikan yang menjadi target dalam eskalasi konflik terbaru.

Serangan udara di Teheran dilaporkan menyebabkan kerusakan signifikan pada sejumlah fasilitas kampus, termasuk laboratorium serta masjid utama di kompleks universitas.

Aksi tersebut disebut sebagai bagian dari rangkaian serangan lebih luas yang juga menargetkan infrastruktur sipil seperti jalan raya, jembatan, hingga pembangkit listrik.

Dalam beberapa hari terakhir, sedikitnya 12 kota di Iran dilaporkan terdampak serangan, dengan korban jiwa mencapai puluhan orang, termasuk anak-anak.

Sejak konflik meningkat pada 28 Februari, lebih dari 30 universitas di negara tersebut disebut telah menjadi sasaran.

Araghchi turut mengutip sabda Nabi Muhammad SAW untuk menegaskan bahwa ilmu pengetahuan tidak dapat dimusnahkan oleh kekuatan militer.

Ia memperingatkan bahwa pihak yang melakukan serangan akan menghadapi konsekuensi serius.

Kritik serupa juga disampaikan Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad Reza Aref, yang menuding serangan terhadap Universitas Sharif sebagai simbol ketidaktahuan.

Ia menegaskan bahwa kekuatan Iran tidak terletak pada bangunan fisik, melainkan pada semangat para ilmuwan dan akademisi.

Sejumlah analis menilai, penargetan universitas bukan semata sasaran militer, tetapi bagian dari upaya melemahkan masa depan ilmiah Iran.

Meski demikian, sebagian pakar berpendapat langkah tersebut justru berpotensi memperkuat persatuan nasional serta tekad Iran dalam mempertahankan kedaulatan dan melanjutkan pengembangan ilmu pengetahuan.

Eskalasi terbaru ini merupakan kelanjutan dari konflik yang memanas sejak akhir Februari, setelah serangan awal AS-Israel terhadap Iran.

Sebagai balasan, Iran dilaporkan meluncurkan rudal dan drone ke sejumlah target Israel serta kepentingan militer Amerika Serikat di kawasan.

Ketegangan yang terus meningkat memicu kekhawatiran global akan meluasnya konflik dan dampaknya terhadap stabilitas Timur Tengah, terutama karena semakin banyak fasilitas sipil, termasuk sektor pendidikan dan kesehatan, yang ikut terdampak.

Editor : Ali Mustofa
#aksi kriminal #kampus #serangan udara #iran #kerusakan