Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Konflik Memanas, Anwar Ibrahim: Malaysia Pastikan Kapal Tanker Bisa Lewat Selat Hormuz

Ali Mustofa • Jumat, 27 Maret 2026 | 16:08 WIB
Dua Wajah Selat Hormuz
Dua Wajah Selat Hormuz

RADAR KUDUS – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengungkapkan bahwa kapal tanker minyak milik Malaysia kini mendapat izin untuk melintasi Selat Hormuz.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah adanya komunikasi dengan pemerintah Iran, sebagaimana dilaporkan kantor berita Bernama.

Anwar menyampaikan apresiasi kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, atas keputusan yang memungkinkan kapal tanker serta para pekerja yang terlibat dapat segera melanjutkan perjalanan kembali.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Kamis (26/3), ia menjelaskan bahwa proses pembebasan kapal tanker tersebut sedang berlangsung.

Meski demikian, Anwar menekankan bahwa upaya tersebut tidak mudah.

Ia menyebut Iran merasa kerap mengalami kekecewaan dalam proses diplomasi sebelumnya sehingga masih sulit menerima langkah menuju perdamaian tanpa adanya kesepakatan yang mengikat serta jaminan keamanan yang jelas.

Menurutnya, dampak konflik di kawasan telah meluas hingga Lebanon, dengan lebih dari satu juta orang dilaporkan kehilangan tempat tinggal dan harta benda.

Ia juga menegaskan bahwa persoalan mendasar di Palestina dan Gaza belum terselesaikan, sehingga terus memperburuk ketegangan di kawasan.

Malaysia, lanjut Anwar, berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam mendorong perdamaian regional.

Ia menegaskan sikap tegas negaranya terhadap ketidakadilan, penindasan, serta agresi yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat.

Namun, situasi geopolitik semakin kompleks karena respons Iran turut memengaruhi stabilitas negara-negara Teluk.

Anwar menyebut dirinya telah berkomunikasi dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi untuk membahas perkembangan eskalasi di Timur Tengah.

Ia juga melakukan pembicaraan via telepon dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif untuk ketiga kalinya pada Kamis pagi, guna mendiskusikan peran Pakistan dalam mendorong perdamaian kawasan.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran vital yang dilalui sekitar 20 juta barel minyak setiap hari.

Sejak awal Maret, jalur ini mengalami gangguan yang berdampak pada peningkatan biaya pengiriman serta mendorong kenaikan harga minyak dunia.

Ketegangan meningkat sejak serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari yang menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas melalui serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta wilayah di Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.

Rangkaian serangan tersebut memicu korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan terhadap pasar global dan sektor penerbangan.

Editor : Ali Mustofa
#iran #selat hormuz #Anwar Ibrahim #malaysia