Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

“Tak Mau Tertipu Lagi!” Iran Tolak Percaya Tawaran Damai AS

Ali Mustofa • 2026-03-25 16:25:55
Bendera Iran
Bendera Iran

RADAR KUDUS - Iran dikabarkan menyampaikan ketidakpercayaannya terhadap Amerika Serikat kepada sejumlah negara yang berperan sebagai mediator.

Sikap ini didasarkan pada pengalaman sebelumnya, sebagaimana dilaporkan portal Axios yang mengutip sumber terkait.

Dalam laporan tersebut disebutkan, upaya perundingan antara kedua negara telah dua kali kandas.

Pada Juni lalu, Israel dengan dukungan Presiden AS Donald Trump melancarkan serangan ke Iran tepat menjelang putaran dialog.

Sementara pada Februari, operasi militer kembali dilakukan oleh AS dan Israel setelah sempat muncul kesepakatan awal terkait isu nuklir.

“Kami tidak ingin kembali tertipu,” ujar salah satu sumber seperti dikutip dalam laporan tersebut.

Iran juga disebut telah menyampaikan kekhawatirannya kepada sejumlah negara seperti Pakistan, Mesir, dan Turki.

Teheran menilai peningkatan kehadiran militer AS di kawasan justru memperkuat kecurigaan bahwa tawaran negosiasi damai dari Washington hanyalah bagian dari strategi tertentu.

Sementara itu, Trump menyatakan telah menunjuk beberapa tokoh untuk menangani negosiasi dengan Iran, di antaranya Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Wakil Presiden JD Vance, utusan khusus Steve Witkoff, serta menantunya Jared Kushner.

Ia juga menyebut bahwa pembicaraan kembali dilanjutkan dan menilai Iran menunjukkan keseriusan untuk mencari solusi.

Namun, pernyataan tersebut dibantah oleh Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.

Ia menegaskan bahwa hingga kini belum ada perundingan yang dilakukan dengan pihak AS, dan menyebut kabar tersebut sebagai informasi yang tidak benar serta berpotensi memengaruhi pasar.

Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran.

Serangan itu menimbulkan kerusakan serta korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.

Pada awalnya, AS dan Israel menyebut operasi tersebut sebagai langkah awal untuk meredam ancaman dari program nuklir Iran.

Namun dalam perkembangan selanjutnya, keduanya juga menyatakan keinginan untuk melihat adanya perubahan kekuasaan di negara tersebut.

Editor : Ali Mustofa
#mediator #iran #amerika serikat #operasi militer