Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Menteri Jepang Berlari Kencang dan Minta Maaf ke Publik Karena Telat 5 Menit

Anita Fitriani • 2026-03-13 14:19:39

Kimi Onoda menyampaikan permintaan maaf kepada publik (Foto: tangkapan layar YouTube)
Kimi Onoda menyampaikan permintaan maaf kepada publik (Foto: tangkapan layar YouTube)

RADAR KUDUS - Menteri Keamanan Ekonomi Jepang, Kimi Onoda, menjadi sorotan dunia setelah meminta maaf secara terbuka kepada seluruh rakyat Jepang karena terlambat lima menit menghadiri rapat kabinet yang dipimpin Perdana Menteri Sanae Takaichi.

Hal ini terjadi pada Jumat pekan lalu di Tokyo, di mana video Onoda berlari tergesa-gesa dari taksi hingga menuju ruang rapat langsung viral di media sosial, memicu pujian atas sikap disiplinnya yang luar biasa.

Peristiwa ini bermula saat Onoda, politisi berusia 43 tahun dari Partai Demokratik Liberal (LDP), mengalami kemacetan total akibat kecelakaan lalu lintas tak terduga di rute menuju gedung pemerintahan.

Video yang terekam menunjukkan ia melompat keluar dari taksi sambil membawa tas, lalu berlari kencang melewati kerumunan jurnalis, didampingi ajudan yang berusaha mengimbangi langkahnya.

Saat itu, Perdana Menteri Sanae Takaichi baru saja memasuki ruang rapat, dan anggota kabinet lain berdiri untuk menghormati, sementara kursi Onoda masih kosong bukti keterlambatannya yang tepat lima menit.

Onoda tiba dengan napas terengah-engah setelah menuruni tangga gedung, menunjukkan upaya maksimalnya untuk bergabung secepat mungkin meski terhambat kondisi tak terduga.

Tak lama setelah rapat usai, Onoda langsung menggelar konferensi pers dan menyatakan: "Saya terlambat lima menit dalam rapat kabinet hari ini. Sebagai pegawai publik, sudah menjadi kewajiban saya untuk tepat waktu. Bahkan keterlambatan lima menit pun adalah kesalahan saya."

Ia menambahkan bahwa penyebabnya adalah "kemacetan karena kecelakaan mendadak yang membuat lalu lintas macet total," tapi tetap mengambil tanggung jawab moral penuh.

Onoda juga berjanji akan meningkatkan manajemen krisis pribadinya agar hal serupa tak terulang.

Video aksi Onoda saat berlari cepat langsung beredar di platform seperti X (Twitter) dan Instagram, dengan jutaan tayangan dalam hitungan hari.

Banyak warganet memuji sikapnya sebagai teladan kedisiplinan Jepang, di mana ketepatan waktu dianggap sebagai bentuk penghormatan dan profesionalisme. Beberapa komentar menyebut, "Ini contoh pemimpin yang bertanggung jawab, bahkan untuk hal kecil,"

Di Jepang sendiri, peristiwa ini membuat diskusi tentang standar tinggi pejabat publik. Seorang komentator menyebut kebiasaan Onoda yang biasanya datang 15-20 menit lebih awal justru menegaskan komitmennya, dan permintaan maafnya patut diteladani.

Meski ada yang menganggap reaksi berlebihan, mayoritas apresiasi menekankan nilai akuntabilitas dalam pemerintahan Jepang.

Peristiwa Kimi Onoda ini kembali mengukuhkan citra Jepang sebagai negara dengan budaya disiplin ketat, di mana bahkan keterlambatan lima menit pun dianggap serius oleh pejabat tinggi.

Kejadian ini viral dan juga menjadi pengingat bagi pemimpin di mana pun tentang pentingnya tanggung jawab publik, terlepas dari skala kesalahannya. Di tengah dinamika politik Jepang saat ini, sikap seperti ini memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahannya. (*)

Editor : Mahendra Aditya
#Menteri Jepang telat #Menteri Jepang #Kimi Onoda