Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Stasiun TV Pemerintah Iran Diretas, Siaran IRIB Disusupi Pidato Trump dan Netanyahu

Mahendra Aditya Restiawan • Senin, 2 Maret 2026 | 20:19 WIB

Stasiun TV Negara Iran Diretas, Pidato Pemimpin AS dan Israel Tayang
Stasiun TV Negara Iran Diretas, Pidato Pemimpin AS dan Israel Tayang

RADAR KUDUS - Stasiun televisi milik pemerintah Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), dilaporkan mengalami peretasan serius pada Minggu (1/3/2026).

Siaran reguler yang biasanya menayangkan program berita dan informasi resmi pemerintah mendadak terputus, lalu digantikan oleh potongan pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Rekaman siaran ilegal tersebut dengan cepat menyebar luas di berbagai platform media sosial.

Dalam tayangan itu, Trump dan Netanyahu menyampaikan pesan yang secara langsung ditujukan kepada rakyat Iran, berisi seruan agar masyarakat bangkit menentang pemerintahan di Teheran dan mengambil kembali kendali atas masa depan negara mereka.

Baca Juga: Nasib Pekerja Indonesia di Arab Saudi Ditengah Konflik AS–Iran yang Memanas, Ini Imbauan KBRI dan Kemenhaj

Gangguan Siaran di Tengah Ketegangan Kawasan

Peretasan IRIB terjadi pada momen yang sangat sensitif. Insiden ini muncul hanya beberapa hari setelah serangkaian serangan militer yang dikaitkan dengan target strategis Iran, mempertegas eskalasi ketegangan di Timur Tengah.

Sejumlah analis menyebut aksi ini bukan sekadar gangguan teknis, melainkan bagian dari perang informasi (information warfare) yang semakin intens di kawasan.

Sebagai media penyiaran negara, IRIB selama ini dikenal sebagai corong utama pemerintah Iran dalam menyampaikan narasi resmi, baik untuk konsumsi domestik maupun internasional.

Oleh karena itu, penyusupan siaran dengan pesan dari pemimpin negara yang selama ini berseberangan dengan Teheran dinilai sebagai pukulan simbolik yang signifikan.

Provokasi Informasi dan Dugaan Pelaku

Hingga berita ini disusun, otoritas Iran belum mengumumkan secara resmi siapa pihak yang bertanggung jawab atas peretasan tersebut. Namun, sejumlah spekulasi bermunculan.

Beberapa pengamat menduga keterlibatan kelompok oposisi Iran di luar negeri, sementara yang lain menyoroti kemungkinan operasi siber oleh aktor negara asing di tengah meningkatnya konflik regional.

Pakar keamanan siber menilai peretasan ini memiliki ciri khas operasi psikologis modern: menyasar media arus utama, menggunakan figur politik global, dan memanfaatkan momentum krisis untuk mempengaruhi opini publik.

Serangan semacam ini dinilai lebih berbahaya dibanding sabotase teknis biasa karena dapat memicu keresahan sosial dan ketidakpercayaan terhadap institusi negara.

Respons dan Dampak Politik

Pemerintah Iran diperkirakan akan meningkatkan pengamanan infrastruktur digital nasional menyusul insiden ini.

Dalam beberapa kasus sebelumnya, Teheran kerap menyebut serangan siber terhadap institusi strategisnya sebagai bagian dari upaya destabilisasi asing.

Sementara itu, di ranah internasional, peretasan IRIB memperkuat kekhawatiran bahwa konflik geopolitik kini tidak hanya berlangsung di medan militer dan diplomatik, tetapi juga di ruang informasi dan siber, dengan dampak yang sulit diprediksi.

Insiden ini menegaskan bahwa media, terutama penyiaran publik, telah menjadi salah satu medan tempur utama dalam konstelasi konflik modern—di mana pesan, persepsi, dan kepercayaan publik menjadi sasaran utama.

Editor : Mahendra Aditya
#Islamic Republic of Iran Broadcasting #donald trump #perang Iran AS Israel #iran #Stasiun TV iran dihack #Perang iran #Perang Iran dan Israel #Stasiun TV iran #perang iran dan amerika #netanyahu #Stasiun TV iran diretas #Perang Iran Amerika