RADAR KUDUS – Harga emas dunia terkoreksi pada perdagangan Rabu waktu setempat setelah sempat menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah.
Pelemahan terjadi seiring meredanya ketegangan pasar menyusul keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang melonggarkan ancaman tarif terkait Greenland.
Berdasarkan data Yahoo Finance, Kamis (22/1/2026), harga emas spot masih menguat tipis 0,3 persen ke level USD4.778,51 per ons.
Namun, posisi tersebut lebih rendah dibandingkan rekor tertinggi intraday di USD4.887,82 per ons.
Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup naik 1,5 persen di level USD4.837,50 per ons.
Koreksi harga emas terjadi seiring pulihnya pasar saham global.
Sentimen risiko membaik setelah Trump mencabut rencana pengenaan tarif terhadap sejumlah negara Uni Eropa terkait sikap mereka terhadap Greenland.
Trump menyebut telah mencapai kesepakatan dengan NATO mengenai masa depan wilayah tersebut.
Sebagai aset lindung nilai, emas sebelumnya melonjak tajam di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.
Sepanjang 2025, harga emas tercatat melesat hingga 64 persen.
Tren penguatan berlanjut pada awal 2026 dengan kenaikan sekitar 11 persen.
Dari sisi kebijakan moneter, pelaku pasar masih mencermati arah suku bunga Amerika Serikat.
Federal Reserve diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya setidaknya hingga kuartal ini.
Prospek suku bunga yang lebih rendah dinilai tetap menjadi penopang harga emas, mengingat logam mulia tidak memberikan imbal hasil.
Selain itu, sinyal dari Mahkamah Agung AS yang meragukan langkah Trump untuk mencopot Gubernur The Fed Lisa Cook turut menegaskan pentingnya independensi bank sentral.
Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa kebijakan moneter akan tetap berhati-hati dalam waktu dekat.
Editor : Ali Mustofa