Jakarta – Dunia esports kembali mencatatkan kisah unik.
Seorang perempuan lanjut usia berumur 92 tahun sukses mencuri perhatian setelah keluar sebagai juara dalam turnamen game Tekken 8 yang digelar di Jepang.
Prestasi ini menjadikannya salah satu atlet esports tertua yang pernah menjuarai kompetisi gim kompetitif.
Turnamen tersebut diselenggarakan oleh Care Esports Association, organisasi yang secara khusus mengadakan ajang esports untuk kalangan lanjut usia.
Kompetisi ini mempertemukan para peserta berusia 70 hingga 90 tahun lebih, dengan tujuan mendorong aktivitas digital yang sehat bagi lansia.
Tampil Tenang dan Penuh Percaya Diri
Juara turnamen kali ini adalah Hisako Sakai, yang tampil impresif sepanjang pertandingan.
Dalam tayangan yang dibagikan melalui kanal YouTube resmi CARE e-sports, Sakai terlihat bermain dengan tenang dan penuh perhitungan saat menghadapi lawan-lawannya.
Sejak awal, Sakai memang sudah menargetkan kemenangan.
Ia membuktikan ambisinya dengan menyingkirkan dua pemain unggulan turnamen, yakni Sadayuki Kato dan Goro Sugiyama, yang sebelumnya dijagokan menjadi juara.
“Saya ingin membawa pulang piala,” ujar Sakai sebelum pertandingan dimulai.
Menumbangkan Unggulan Turnamen
Di babak semifinal, Sakai berhasil mengalahkan Kato dengan karakter Armor King.
Sementara pada laga penentuan, ia tampil gemilang menggunakan Lili untuk menundukkan Sugiyama.
Hasil ini cukup mengejutkan, mengingat kedua lawannya disebut-sebut sebagai favorit juara.
Kemenangan Sakai pun disambut meriah oleh penonton dan peserta lain. Di usia yang tak lagi muda, ia membuktikan bahwa kemampuan dan strategi tetap bisa diasah tanpa batas usia.
Lansia Tertua Berusia 95 Tahun
Turnamen ini diikuti delapan pemain pria dan wanita yang lolos dari babak kualifikasi di wilayah Aichi, Gifu, dan Mie.
Peserta tertua dalam kompetisi tersebut adalah Reiko Yokota, berusia 95 tahun, yang menggunakan karakter Kazama Jun dalam pertandingan.
Juara bertahan dari edisi sebelumnya, Yoshie Murabe, juga kembali berpartisipasi.
Namun langkahnya harus terhenti lebih awal setelah kalah di laga pembuka dari Kinuko Watanabe yang memilih karakter Alisa Bosconovitch.
Esports untuk Lansia
Care Esports Association sendiri merupakan organisasi berbasis di Prefektur Mie yang bertujuan menjadikan esports sebagai sarana aktivitas positif bagi lansia.
Mereka percaya bahwa gim kompetitif dapat membantu menjaga kesehatan mental, meningkatkan refleks, serta memperkuat interaksi sosial.
Sejak pertama kali menggelar turnamen pada 2019, asosiasi ini rutin mengadakan kompetisi, mulai dari gim strategi seperti Shogi dan Othello hingga game modern seperti Tekken, lengkap dengan siaran langsung dan komentator profesional.
Kisah Sakai pun menjadi bukti bahwa esports bukan hanya milik generasi muda, melainkan ruang inklusif bagi siapa saja, tanpa memandang usia.
Editor : Mahendra Aditya