Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tak Mau Belanja, Turis Ini Disekap di Toko Oleh-oleh Chengdu

Iwan Arfianto • Rabu, 3 Desember 2025 | 19:47 WIB

 

Ilustrasi penyekapan
Ilustrasi penyekapan

Chengdu — Sebuah perjalanan wisata ke Chengdu, Tiongkok, berubah menjadi pengalaman menegangkan bagi 23 orang turis asal Singapura.

Mereka dikabarkan dikurung di dalam sebuah toko oleh-oleh oleh pemandu wisata mereka, setelah menolak untuk membeli barang-barang yang ditawarkan.

Menurut pengakuan salah satu peserta, pemandu wisata memaksa rombongan membeli batu giok, aksesoris perak, sisir, hingga ramuan obat herbal. Ketika turis menolak membeli — meskipun sudah menghabiskan sekitar 105.000 yuan — pemandu menolak membiarkan mereka keluar sampai target penjualan terpenuhi.

Kelompok wisatawan — termasuk penyanyi asal Singapura yang ikut dalam rombongan — kemudian memeriksa kembali kontrak perjalanan dan menyatakan bahwa tidak ada klausul yang mengharuskan mereka membeli barang.

Mereka pun melaporkan kejadian itu ke polisi dengan dugaan penipuan melalui praktik belanja paksa.

Setelah intervensi otoritas lokal, agen tur akhirnya mengembalikan uang turis secara penuh.

Keputusan itu diterima sebagai kompensasi atas pengalaman buruk yang dialami peserta.

Praktik Belanja Paksa di Tiongkok: Ancaman Nyata bagi Wisatawan

Kasus ini bukanlah yang pertama. Baru-baru ini, pemerintah Tiongkok melalui Ministry of Culture and Tourism (bersama instansi terkait) meluncurkan kampanye nasional untuk menindak tour operator yang memaksa wisatawan belanja di toko tertentu atau perusahaan bermitra — praktik yang secara resmi dinilai sebagai pelanggaran dan bisa dikenakan sanksi.

Menurut pernyataan kementerian, praktik “forced shopping” sering dikaitkan dengan agen tur yang menawarkan paket murah, tetapi menyelipkan target penjualan di toko oleh-oleh sebagai sumber komisi.

Wisatawan dipaksa membeli barang agar pemandu/agen dapat memperoleh komisi atau bonus.

Para pejabat mendorong wisatawan untuk menyimpan kontrak, kuitansi, bukti pembayaran dan jangan segan melapor jika merasa dipaksa membeli atau dibohongi oleh agen — sebagai syarat untuk mengusut pelanggaran.

Implikasi & Pesan untuk Wisatawan

Kasus penyekapan terhadap turis di Chengdu menjadi peringatan keras tentang potensi risiko ketika mengikuti paket wisata murah atau dari agen tak jelas reputasinya. Sebagai wisatawan, penting untuk:

- Memastikan bahwa kontrak tur tidak menyertakan kewajiban belanja tertentu.

- Menyimpan bukti pembayaran/struk jika diarahkan belanja oleh agen/pemandu.

- Menghindari paket tur yang terlalu murah dengan janji “belanja murah + bonus komisi”.

- Segera melapor ke pihak berwenang jika merasakan tekanan atau paksaan.

Sementara itu, upaya regulasi di Tiongkok terhadap praktik belanja paksa menunjukkan bahwa pemerintah mulai memperketat pengawasan di sektor pariwisata — sebagai upaya melindungi hak konsumen wisatawan asing maupun domestik.

Editor : Mahendra Aditya
#Chengdu Tiongkok #perjalanan wisata #penyekapan