RADAR KUDUS - Acara karpet kuning Wicked: For Good di Singapura awalnya dipenuhi suasana antusias para penggemar yang ingin melihat langsung para pemain film.
Namun suasana berubah tegang ketika seorang pria tiba-tiba menerobos area khusus tamu dan menyentuh Ariana Grande tanpa izin.
Pria tersebut kemudian dikenal publik sebagai Johnson Wen, figur viral yang dijuluki “Pyjama Man.”
Momen Ketika Pengamanan Kecolongan
Saat Ariana Grande berjalan bersama Cynthia Erivo dan Michelle Yeoh, seorang pria melompat melewati pagar pembatas dan langsung meraih tubuh Grande.
Reaksi kaget terlihat dari wajah Ariana, sementara Erivo secara refleks melangkah maju, seolah berusaha menjadi penghalang antara rekannya dan orang asing tersebut. Petugas keamanan baru dapat mengamankan situasi beberapa detik kemudian.
Penampilan Wen yang cukup mencolok—kaos putih sederhana, celana pendek, dan rambut gelap panjang dengan sedikit warna biru—membuat banyak orang cepat mengenali bahwa pria itu bukan bagian dari tamu resmi.
Menariknya, rekaman yang beredar di Instagram ternyata diunggah langsung oleh pelakunya, Johnson Wen. Tautan videonya dapat dilihat di sini: https://www.instagram.com/reel/DQ_zuu5j5qV/?igsh=ZHluNm95aHBscGd5
Rekam Jejak Aksi Nekat Johnson Wen
Nama Wen sudah lebih dulu beredar di dunia maya, bukan karena prestasi, tetapi karena sederet aksinya yang kerap mengacaukan acara publik. Ia sering muncul tiba-tiba di tempat yang seharusnya tidak bisa diakses oleh penonton biasa.
Dalam beberapa tahun terakhir, ia pernah:
-
menerobos panggung konser berbagai musisi besar,
-
masuk ke area pertunjukan tanpa izin,
-
menciptakan gangguan dalam kompetisi olahraga internasional,
-
dan menjadikan semua aksinya sebagai bahan konten di akun media sosialnya.
Meski aksi-aksinya telah berulang kali mendapat kecaman, Wen tetap terlihat menikmati perhatian yang ia dapatkan.
Respons Publik dan Perilaku Setelah Kejadian
Setelah kejadian di Singapura, Wen mengabarkan melalui Instagram bahwa ia telah dibebaskan dari pemeriksaan.
Ia bahkan mengunggah kembali rekaman insiden itu, seakan menganggap tindakannya sebagai sesuatu yang lucu atau layak dirayakan.
Respons ini membuat banyak warganet semakin geram. Banyak yang menilai bahwa perilaku Wen bukan hanya mengganggu, tetapi juga dapat membahayakan selebritas dan orang-orang di sekitarnya.
Pertanyaan Besar soal Sistem Keamanan
Insiden tersebut memicu diskusi luas tentang bagaimana sebuah acara bertaraf internasional masih dapat ditembus oleh seseorang yang memiliki riwayat gangguan publik.
Penggemar menilai perlindungan untuk para pemain film seharusnya lebih ketat, terutama ketika mereka berjalan di area yang sangat dekat dengan kerumunan.
Para pengamat keamanan acara publik menilai bahwa ini bisa menjadi contoh mengapa protokol pengamanan harus terus diperbarui dan disesuaikan dengan tren perilaku pencari sensasi yang kian ekstrem. (rani)
Editor : Ali Mustofa