RADAR KUDUS - Tanggal 17 September lalu, lini masa Instagram mendadak heboh. Supermodel Bella Hadid mengunggah serangkaian foto yang menunjukkan dirinya tengah menjalani perawatan medis.
Dalam foto-foto tersebut, ia tampak terhubung dengan selang infus, duduk di ranjang perawatan, dan sesekali terlihat emosional.
“I’m sorry I always go MIA I love you guys,” tulisnya sebagai keterangan unggahan. Kalimat itu seperti isyarat bahwa ketidakhadirannya di publik — termasuk absen dari New York Fashion Week — disebabkan kondisi kesehatannya yang belum stabil.
Postingan tersebut langsung menarik perhatian jutaan pengikutnya. Banyak yang khawatir dengan kondisinya, namun tak sedikit yang mengapresiasi keberaniannya menampilkan sisi rentan dirinya di hadapan dunia.
Mengingat Bella dikenal sebagai salah satu ikon mode yang selalu tampil memukau di panggung peragaan busana, momen ini terasa kontras dan emosional.
Yolanda Hadid Angkat Bicara
Keesokan harinya, sang ibu, Yolanda Hadid, ikut membagikan foto di Instagram. Ia tampak memeluk Bella yang terbaring di ranjang rumah sakit.
Dalam unggahan tersebut, Yolanda menuliskan pesan yang menyentuh hati: “Melihat Bella berjuang dalam diam telah memotong inti terdalam dari rasa putus asa dalam diriku.”
Mantan bintang Real Housewives of Beverly Hills itu menjelaskan bahwa putrinya menderita chronic neurological Lyme disease, sebuah penyakit yang sering tak dipahami banyak orang.
Ia mengaku sempat berhenti berbagi kisah pribadinya tentang penyakit Lyme demi fokus pada penyembuhan.
“Aku perlu menjaga energi dan berhenti menyerap opini orang lain tentang perjalananku,” tulisnya.
Namun kali ini, Yolanda kembali bersuara karena ingin menunjukkan bahwa perjuangan putrinya nyata. “Kamu tidak pernah menyerah, kamu begitu berani.
Tak seharusnya seorang anak menderita penyakit kronis seperti ini,” tambahnya.
Perjuangan Panjang Bella Hadid
Bukan kali ini saja Bella harus menjalani perawatan intensif. Pada 2023 lalu, ia mengaku telah menyelesaikan lebih dari 100 hari terapi untuk penyakit Lyme dan infeksi penyerta lainnya.
Setelah itu, ia sempat merasa pulih dan berkata kepada penggemar bahwa ia akan kembali “ketika sudah siap.” Unggahannya kali ini menandakan bahwa perjuangan itu masih berlanjut.
Bella pertama kali mengumumkan diagnosisnya pada 2012, ketika ia, ibunya, dan adiknya Anwar didiagnosis menderita Lyme Disease.
Gejala yang ia alami sejak usia 14 tahun mencakup sakit kepala hebat, insomnia, kepekaan terhadap cahaya dan suara, kabut otak, kecemasan, nyeri sendi, hingga fluktuasi berat badan.
Menurut pengakuannya, gejala-gejala itu menjadi semakin parah saat ia berusia 18 tahun — tepat di saat karier modelingnya mulai menanjak.
Kontroversi di Real Housewives of Beverly Hills
Perjuangan keluarga Hadid melawan penyakit Lyme sempat menjadi sorotan di musim keenam The Real Housewives of Beverly Hills.
Kala itu, ada keraguan dari beberapa pemeran mengenai keabsahan diagnosis Yolanda. Bahkan, sempat muncul tudingan bahwa Yolanda mengalami Munchausen syndrome — sebuah gangguan psikologis di mana seseorang berpura-pura sakit demi mendapatkan simpati.
Akhirnya, Lisa Rinna yang sempat skeptis menyatakan percaya pada Yolanda. Namun momen itu meninggalkan bekas mendalam bagi keluarga Hadid.
Yolanda kemudian mengambil keputusan besar dengan melepas implan payudaranya setelah mengetahui ada silikon bebas di tubuhnya yang berpotensi memperparah kondisinya.
Ia juga menghentikan penggunaan filler dan Botox demi memperbaiki kualitas kesehatan setelah diagnosis Lyme.
Baca Juga: Terbaring di RS, Bella Hadid Curhat Tentang Perjuangan 15 Tahun Lawan Penyakit Lyme
Apa Itu Penyakit Lyme Kronis?
Lyme Disease adalah infeksi bakteri yang ditularkan melalui gigitan kutu. Gejalanya bisa berupa demam, ruam kulit, kelelahan ekstrem, nyeri otot, dan gangguan saraf jika tak segera diobati.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ratusan ribu orang di AS mendapat perawatan untuk penyakit ini setiap tahunnya.
Namun istilah chronic Lyme disease atau Lyme kronis masih diperdebatkan. CDC menyarankan istilah itu dihindari karena belum ada bukti pasti bahwa gejala berkepanjangan disebabkan infeksi bakteri yang berkelanjutan.
Penyebab pastinya masih menjadi misteri, meski banyak pasien melaporkan gejala yang bertahan bertahun-tahun.
Harapan, Dukungan, dan Inspirasi
Meskipun kondisinya sulit, Bella tetap berusaha menyemangati para penggemarnya. Dalam banyak unggahan, ia selalu mengingatkan bahwa hidup tak selalu seindah yang terlihat di media sosial.
“Bagian tersulit dari perjalanan ini adalah dihakimi dari penampilan, bukan dari perasaan,” ujarnya.
Kakaknya, Gigi Hadid, serta sahabat-sahabat selebritasnya memberikan dukungan penuh. Mereka mengirimkan doa, pesan positif, dan kata-kata penyemangat.
Unggahan Bella kini menjadi simbol keberanian, menginspirasi banyak orang untuk tetap kuat menghadapi penyakit kronis.
Editor : Mahendra Aditya