Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengenal Marwan Al Sultan, Direktur RS Indonesia Gaza yang Gugur dalam Serangan Israel

Redaksi Radar Kudus • Kamis, 3 Juli 2025 | 19:18 WIB
dr. Marwan Al Sultan
dr. Marwan Al Sultan

RADAR KUDUS - Menelaah Marwan Al Sultan, Pemimpin Lembaga Medis Daerah ini Daerah Gaza yang Menghembuskan Nafas Terakhir dalam Konflik Israel.

Atasan Rumah Sakit Daerah ini di Jalur Gaza, Palestina, Marwan Al Sultan, telah berpulang setelah kediamannya diserang oleh pasukan Israel pada Rabu (2/7).

Al Sultan wafat bersama istri dan anak-anaknya di tempat tinggal sementara mereka di Daerah Gaza City.

Kementerian Kesehatan Daerah Gaza mengecam keras serangan Israel terhadap Al Sultan dan keluarganya, karena menargetkan tenaga medis yang juga merupakan warga sipil.

Organisasi Militer Israel mengklaim bahwa mereka menyerang "teroris utama" Hamas di wilayah Daerah Gaza City.

Pihaknya saat ini sedang meninjau laporan mengenai "warga sipil yang tidak terlibat" yang juga menjadi korban dalam serangan tersebut.

Siapa Marwan Al Sultan?

Marwan Al Sultan adalah kepala Rumah Sakit Daerah ini yang memiliki karier panjang sebagai seorang dokter.

Ia merupakan spesialis kardiologi intervensional yang telah menjalin kerja sama dengan tim kemanusiaan internasional di Daerah Gaza utara, termasuk dari Inggris, Prancis, Belanda, Belgia, Spanyol, Kanada, dan Maroko.

Menurut informasi dari Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia, Al Sultan adalah sosok yang sangat berkomitmen, tanpa henti memimpin Lembaga Medis Daerah ini dalam kondisi yang sulit.

Ia terus berusaha untuk menyediakan layanan medis yang penting bagi rakyat Palestina meskipun terus-menerus menghadapi ancaman serangan udara Israel dan keterbatasan sumber daya yang parah.

Pada bulan Desember tahun lalu, Rumah Sakit Daerah ini sempat dikepung oleh Israel, di mana seluruh staf medis dan pasien dipaksa untuk dievakuasi.

Tak lama setelah pengepungan dan blokade tersebut, Al Sultan kembali ke Lembaga Medis Daerah ini untuk melanjutkan operasi selama gencatan senjata pada Januari 2025.

Dari Januari hingga Maret 2025, tim EMT MER-C Daerah ini bekerja sama langsung dengan Al Sultan untuk menghidupkan kembali layanan darurat dan memulihkan operasional rumah sakit secara penuh.

"Ia dikenal karena keterusterangan, spontanitas, dan kepemimpinannya yang tegas mewarnai rapat manajemen rumah sakit. Sering kali dipenuhi dengan perdebatan sengit dan selalu diakhiri dengan keakraban sambil minum kopi dan makan bersama," demikian keterangan dari MER-C Daerah.

Kementerian Kesehatan Daerah Gaza menggambarkan Al Sultan sebagai sosok yang penuh kasih sayang.

"Ia menjadi simbol dedikasi, keteguhan, dan ketulusan di saat-saat tersulit dan paling berat yang dialami oleh rakyat kita yang terus-menerus menghadapi agresi," ungkap Kementerian Kesehatan Gaza, seperti yang dikutip oleh BBC. (Titin Shofiana Firda)

Editor : Ali Mustofa
#Gaza #Israel #dokter #warga sipil #Marwan Al Sultan #dr Marwan al Sultan #tenaga medis