RADAR KUDUS - China sedang gencar menyelesaikan pembangunan Jembatan Huajiang Grand Canyon yang digadang-gadang nantinya akan jadi jembatan tertinggi di dunia.
Dikutip dari NDTV World, kabarnya jembatan tersebut dijadwalkan rampung pada bulan Juni tahun 2025 ini. Proses konstruksinya memakan waktu 3 tahun, dimulai sejak 2022, berlokasi di wilayah Guizhou, China barat daya.
Huajiang Grand Canyon Bridge membentang sejauh 2.890 meter (2,9 km) serta bentang utamanya yaitu sepanjang 1.420 meter.
Ini menjadikannya sebagai sebuah jembatan dengan bentang yang terpanjang yang ada di wilayah pegunungan, bahkan mengalahkan Golden Gate Bridge yang ada di San Francisco.
Adapun ukuran tinggi vertikal jembatan ini adalah sekitar 625 meter di atas permukaan sungai, dan setinggi 2.051 kaki di atas lembah.
Sementara itu, berat rangka bajanya sekitar 22.000 ton, bahkan itu setara dengan tiga Menara Eiffel, dan kabarnya dipasang hanya dalam waktu dua bulan saja.
Jembatan ini diharapkan oleh pemerintah nantinya dapat memberikan dampak positif terhadap konektivitas regional serta meningkatkan pariwisata di wilayah itu.
Selain itu, dapat membantu memangkas waktu tempuh melintasi ngarai curam di Guizhou yang mulanya satu jam menjadi satu atau dua menit saja.
Pembangunan struktur seperti Jembatan Huajiang Grand Canyon ini menjadi penting karena wilayah di sekitarnya bergunung-gunung, dan melintasi wilayah seperti Guizhou tersebut sulit dilakukan jika menggunakan jalan tradisional.
Medan geografis Provinsi Guizhou dikenal ekstrem dan banyak pegunungan curam, sehingga pembangunan infrastruktur Jembatan Huajiang Grand Canyon juga menjadi tantangan besar.
Selain menghadirkan jaringan transportasi penting di kawasan pedesaan China, jembatan ini juga kabarnya akan dapat menjadi sebuah daya tarik wisata. (*)
Editor : Mahendra Aditya