RADAR KUDUS - Pemerintah Thailand mengumumkan terkait dengan proyek jalur kereta yang berkecepatan tinggi sepanjang 609 km (378 mil) yang dapat menghubungkannya dengan China lewat Laos diharapkan nantinya mulai rampung dan dapat beroperasi tahun 2030.
Dikutip dari Reuters, pengumuman ini muncul satu tahun setelah China mulai mendesak Thailand untuk segera mempercepat pembangunan jalur kereta api cepatnya.
Proyek kereta cepat ini diharapkan dapat memberikan perubahan yang signifikan bagi negara Thailand, baik itu dari segi konektivitas, ekonomi, maupun segi pariwisatanya.
Jalur kereta nantinya akan membentang sepanjang 609 km, dapat menghubungkan antara ibu kota Bangkok dan kota Nakhon Ratchasima, serta dapat memperluas jangkauannya menuju ke Nong Khai, yang lokasinya ada di perbatasan antara Thailand dengan Laos.
Jubir pemerintah Thailand, yaitu Jirayu Houngsub, kabarnya telah menyampaikan bahwa jalur yang menghubungkan ibu kota Bangkok dengan Nakhon Ratchasima, yang jaraknya sekitar 220 km tersebut, kira-kira akan selesai terlebih dahulu.
Proyek ini melibatkan investasi dengan nominal yang termasuk sangat besar.
Nantinya, jalur kereta tersebut akan melengkapi proyek pembangunan jalur kereta api China-Laos yang sebelumnya sudah beroperasi sejak tahun 2021, yang mana jalur kereta itu menghubungkan kota Vientiane ke Kunming, di China.
Salah satu tujuan utama dibangunnya proyek kereta cepat ini yaitu untuk dapat meningkatkan akses Thailand menuju pasar global.
Dengan koneksi yang lebih efisien dan lebih cepat menuju ke Laos dan juga China, Thailand berharap dapat lebih menguatkan posisinya sebagai pusat logistik di kawasan Asia Tenggara.
Tak hanya itu, berdasarkan informasi yang diperoleh, kabarnya dengan adanya jalur kereta cepat itu juga Thailand harap dapat bantu memperkuat hubungan ekonomi antara Thailand dengan China.
Mengingat bahwa China merupakan mitra dagang Thailand yang terbesar.
Walaupun pengerjaan proyek ini menjanjikan suatu pengaruh yang besar, pembangunannya tentu tak lepas dari berbagai tantangan.
Walaupun mulanya direncanakan dapat mulai beroperasi lebih cepat, proyek ini justru sempat mengalami beberapa penundaan, sejak dimulainya pembahasan tersebut hampir dua dekade yang lalu.
Salah satu masalah yang sempat muncul yaitu mengenai ketidaksepakatan dari segi pembiayaan serta desain proyeknya.
Lalu, munculnya pandemi Covid-19 juga ikut jadi faktor yang sempat menghambat kelancaran proyek pembangunan.
Namun, dengan dilakukannya perjanjian pembangunan yang sudah ditandatangani pada tahun 2017 lalu antara negara Thailand dan China, jalur kereta api cepat ini masih jadi salah satu bagian penting dari ambisi Presiden China.
Inisiatif ini memiliki tujuan untuk memajukan perdagangan serta infrastruktur global.
Editor : Noor Syafaatul Udhma