RADAR KUDUS - Beberapa kota di ASEAN atau wilayah Asia Tenggara masuk ke dalam urutan daftar kota yang paling berpolusi di dunia.
Hal tersebut telah dipantau secara live dan dilaporkan oleh IQAir, pada Jumat (24/1/2025).
Menurut pihak organisasi pemantau udara yaitu IQAir tersebut, di peringkat kedua paling tercemar adalah Kota Ho Chi Minh, setelah itu diikuti oleh Phnom Penh di peringkat ke-empat dan kemudian Bangkok peringkat ke-lima.
Di ibu kota Thailand yaitu Bangkok, kabut asap yang sangat tebal tampak menutupi langit kota.
Para pekerja, khususnya yakni orang-orang yang menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan, merasa menderita.
"Hidung saya selalu tersumbat. Saya harus buang ingus terus-menerus," kata seorang pengemudi ojek bernama Supot Sitthisiri, usia 55 tahun, dikutip dari Reuters (25/1/2025).
Polusi udara yang buruk ini disebabkan karena kombinasi antara aktivitas pembakaran tanaman, polusi dari industri, serta faktor padatnya lalu lintas.
Sebagai upaya untuk mengurangi polusi, pemerintah setempat di Thailand mengizinkan transportasi umum secara gratis selama seminggu, dijelaskan oleh Menteri Transportasi Thailand.
Terdapat sekitar 300 lebih sekolah di Bangkok diliburkan minggu ini.
Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra juga menyebutkan dalam salah satu postingan di media sosial bahwa berbagai perusahaan serta lembaga pemerintah harus memberikan izin kepada staf untuk dapat bekerja dari rumah dalam rangka mengurangi penggunaan mobil di jalan, dan juga sejumlah lokasi konstruksi diharuskan menggunakan penutup debu.
Beberapa minggu sebelumnya, yang menempati peringkat teratas sebagai kota yang paling tercemar di dunia yaitu ibu kota Hanoi, yang mana hal tersebut mengharuskan pihak berwenang mengeluarkan peringatan terkait risiko kesehatan akibat dari masalah polusi udara.
Masyarakat juga diwajibkan untuk memakai masker serta pelindung mata.
Sementara itu, kota Jakarta, yang merupakan kota terbesar di Indonesia itu berada di peringkat ke 45 dunia serta peringkat ketujuh di kawasan ASEAN, dalam daftar kota paling berpolusi menurut laporan IQAir.
Dalam indeks kualitas udaranya, Jakarta memperoleh skor 78.
Pemerintah di kawasan Asia Tenggara mengupayakan solusi jangka panjang guna menurunkan permasalahan polusi, termasuk juga pajak karbon serta berupaya untuk mempromosikan penggunaan jenis kendaraan listrik.
Editor : Noor Syafaatul Udhma