RADAR KUDUS - Tracy Otto, seorang perempuan yang selamat dari peristiwa kekerasan yang mengubah hidupnya, kini bersiap untuk tampil di Paralimpiade Paris 2024 sebagai atlet panahan kursi roda.
Keberhasilannya untuk bangkit dari trauma menjadi inspirasi, terutama bagi para penyebut kekerasan lainnya.
Momen Bahagia di Tengah Makan Siang
Pada suatu hari yang biasa, ketika Tracy Otto sedang menikmati makan siangnya, tiba-tiba datang sebuah kabar yang mengubah segalanya.
Ricky Riessle, pacar Otto, menerima sebuah kotak dari perwakilan Paralimpiade. Di dalam kotak itu terdapat sebuah topi yang menandakan bahwa Otto berhasil lolos ke Paralimpiade Paris 2024.
"Saya masih memakan makanan ketika Ricky menyerahkan kotak itu. Saya menangis terharu dengan mulut penuh lauk, sementara banyak kamera di mana-mana," ungkap Otto, penuh emosional.
Otto terpilih untuk mewakili Amerika Serikat dalam waktu panahan di Paralimpiade Paris, berlaga di nomor beregu campuran bersama Jason Tabansky dan nomor individu W1.
Atlet W1 biasanya mengalami disabilitas pada bagian atas dan bawah tubuh, batang tubuh, serta setidaknya tiga anggota badan.
Baca Juga: SOSOK Vivit Dinarini, Wanita Pertama yang Catatkan Sejarah Jadi Calon Bupati Rembang
Dari Ranjang Kematian Menuju Paralimpiade
Bagi Otto, perjalanan menuju Paralimpiade ini adalah sebuah keajaiban. "Dari kematian kematian ke Paralimpiade, ini adalah perjalanan yang sungguh-sungguh gila rasanya. Saya bangga atas perjuangan diri saya sendiri juga tim saya," katanya di rumahnya di Tampa, Florida.
Otto tidak sedang berlebihan. Pada Oktober 2019, dia nyaris kehilangan nyawanya setelah diserang secara brutal oleh mantan pacarnya.
Baca Juga: Mengenal Sosok M. Iqbal Baihaki, Mahasiswa Unisnu Jepara Peraih Juara 1 MTQ Nasional 2024
Serangan Brutal yang Mengubah Hidup
Serangan yang dialami Otto pada tahun 2019 mengakibatkan kelumpuhan dari dada ke bawah, membatasi penggunaan lengan dan tangan.
Selain itu, Otto kehilangan mata kirinya dan kini tidak dapat berkeringat atau mengatur suhu tubuhnya dengan baik.
“Saya ingin menjadi cahaya, suar harapan di dunia ini,” ungkap Otto.
Dia berharap kisahnya dapat menginspirasi perempuan lain yang juga menjadi korban kekerasan pasangan atau mantan pasangan.
Kisah Malam Tragis di Oktober 2019
Otto memutuskan untuk berkencan dengan mantan pacarnya pada September 2019, setelah pria tersebut ditangkap karena menyerangnya di rumahnya di Riverview, Florida.
Namun, pada 24 Oktober 2019, mantan pacarnya kembali menyerang Otto dan pacarnya yang baru, Ricky Riessle.
Malam itu, ketika Otto dan Riessle sedang bersiap tidur, mereka tiba-tiba dikejutkan oleh kehadiran mantan pacar Otto yang membawa senapan pelet, borgol, dan pisau.
Dia menyerang Otto dengan kejam, menyebabkan kelumpuhan dan kehilangan mata kirinya.
Bangkit dari Trauma dan Menemukan Cinta Baru
Setelah serangan brutal itu, Otto harus menjalani pemulihan fisik dan mental yang berat. Dia belajar kembali bagaimana tubuhnya berfungsi dan berusaha mengatasi banyak kendala kesehatan.
Otto menceritakan bahwa tubuhnya kini sangat sensitif terhadap berbagai rangsangan yang bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah tiba-tiba, yang berisiko menyebabkan serangan jantung, stroke, atau bahkan kematian dalam hitungan menit.
Namun, Otto tidak menyerah. Maret 2021, dia mencoba panahan, sebuah olahraga yang belum pernah ditekuninya sebelumnya.
Baca Juga: Mengenal Sosok Miranda, Selebgram Cantik Asal Grobogan yang Sukses Mendulang Cuan Berkat Hobi
Meski dengan keterbatasannya, Otto menggunakan alat bantu khusus untuk memanah, menembak dengan bantuan mulutnya.
"Saya memiliki pelepas alat panah adaptif di pergelangan tangan saya—alat ini dilengkapi kabel yang menembus topi saya dengan pin tertutup. Pin ini saya gigit ketika bersiap-siap melepaskan anak panah," jelas Otto.
Dengan tekad yang kuat, Otto mulai berkompetisi di kualifikasi turnamen Paralimpiade di Amerika Serikat.
Sebagai satu-satunya atlet panahan perempuan Amerika dalam kategori W1, Otto harus mencapai skor minimum untuk lolos ke Paris.
Setelah memenuhi syarat, Otto berhasil memastikan tempatnya di Paralimpiade melalui serangkaian kualifikasi kompetisi.
Misi Hidup yang Lebih Besar
Otto sangat terbuka tentang perjalanannya yang penuh liku. Dia berharap bisa menjadi inspirasi bagi orang lain yang terluka atau mengalami cobaan berat seperti dirinya.
Otto juga mengungkapkan bahwa hidupnya saat ini jauh lebih baik, penuh warna, cinta, dan tawa dibandingkan sebelum peristiwa tragis itu terjadi.
Dengan dukungan dari pacarnya, Ricky Riessle, Otto terus melangkah maju, tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk mereka yang mungkin berada di kegelapan, mencari jalan keluar seperti yang dia lakukan. (ury)
Editor : Noor Syafaatul Udhma