RADAR KUDUS - Beberapa hari lalu, langit Chengdu, Tiongkok, dihiasi oleh pemandangan yang tak biasa.
Sebuah video yang merekam fenomena langka, di mana tujuh matahari tampak bersinar sejajar di langit, menjadi viral dan memukau banyak orang.
Fenomena ini langsung memicu kehebohan di media sosial.
Ilusi Optik yang Membingungkan
Fenomena ini, meskipun tampak mengesankan, sebenarnya adalah sebuah ilusi optik.
Cahaya dari matahari dibelokkan dan dibiaskan melalui kaca jendela rumah sakit, menciptakan apa yang disebut "gambar virtual".
Setiap panel kaca berperan dalam memunculkan bayangan matahari yang berbeda, sehingga tampak ada tujuh matahari di langit.
Kehebohan di Media Sosial
Video tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial, seperti Weibo dan Reddit.
Pengguna tidak hanya terkagum-kagum, tetapi juga memberikan berbagai teori dan spekulasi, mulai dari yang serius hingga yang lucu.
Ada yang menghubungkan fenomena ini dengan perubahan iklim, sementara yang lain merujuk pada legenda Tiongkok kuno.
Keterangan dari Ahli
Para ahli meteorologi dan fisika optik segera memberikan klarifikasi terkait fenomena ini.
Mereka menjelaskan bahwa ini bukanlah fenomena alam yang sebenarnya, melainkan hasil dari pembiasan cahaya.
Fenomena seperti ini bisa terjadi di mana saja, asalkan ada kondisi optik yang tepat, seperti kaca jendela atau permukaan reflektif lainnya.
Mitos dan Legenda yang Mengemuka
Tak hanya penjelasan ilmiah, muncul pula berbagai mitos dan legenda yang dihidupkan kembali oleh fenomena ini.
Salah satu yang populer adalah legenda Hou Yi, seorang pemanah legendaris yang konon menembak jatuh matahari-matahari di langit Tiongkok.
Fenomena tujuh matahari ini dianggap oleh beberapa orang sebagai kebangkitan dari mitos tersebut.
Durasi dan Pandangan Berbeda
Fenomena tujuh matahari ini hanya berlangsung selama sekitar satu menit, tetapi telah meninggalkan kesan mendalam bagi siapa saja yang melihatnya.
Dari sudut pandang yang berbeda, setiap pengamat mungkin melihat jumlah matahari yang bervariasi, tergantung pada posisi dan kualitas kaca jendela yang mereka gunakan untuk melihat.
Fenomena ini mengingatkan kita bahwa dunia di sekitar kita penuh dengan keajaiban, yang kadang kala tidak lebih dari sekadar permainan cahaya dan ilusi.
Editor : Abdul Rokhim