Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pavel Durov, Bos Telegram Ditangkap Di Bandara Bourget Paris, Lho Kok Bisa?

Mahendra Aditya Restiawan • Minggu, 25 Agustus 2024 | 17:26 WIB
Pavel Durov (foto: Jawa Pos)
Pavel Durov (foto: Jawa Pos)

RADAR KUDUS - Miliarder yang juga merupakan salah satu pendiri dan CEO aplikasi pesan Telegram, ditangkap di bandara Bourget, Paris, pada Sabtu malam.

Menurut laporan dari TF1 TV yang mengutip sumber anonim, Durov ditangkap saat bepergian dengan jet pribadinya.

Penangkapan ini dilakukan berdasarkan surat perintah penangkapan yang dikeluarkan di Prancis, meskipun rincian lebih lanjut mengenai alasan penangkapan tersebut masih belum jelas.

Baca Juga: Terbaru! Isu Video Syur dan Perselingkuhan Mereda, Azizah Salsha Pilih Umroh Temani Pratama Arhan

Baca Juga: Ajaib, Peran Pleiades sebagai Panduan Pelayaran Kuno dan Pranata Mangsa dalam Sistem Kalender Pertanian Jawa

Perjalanan dari Azerbaijan Berujung Penangkapan

Durov, yang saat itu sedang dalam perjalanan dari Azerbaijan, ditangkap sekitar pukul 8 malam waktu setempat.

Penangkapan ini menarik perhatian karena Durov tinggal di Dubai, tempat berbasis Telegram, dan memiliki kewarganegaraan ganda Prancis dan Uni Emirat Arab.

Langkah penangkapan ini memicu spekulasi mengenai hubungan Durov dengan pemerintah Prancis dan apakah ada latar belakang politik di balik penangkapan ini.

Baca Juga: Misteri Pleiades atau Bintang Tujuh dalam Astronomi dan Budaya Jawa, Haruskah Ada Hubungannya dengan Jaka Tarub dan Tujuh Bidadari?

Kejutan di Dunia Teknologi dan Reaksi Internasional

Penangkapan Durov mengejutkan banyak pihak, terutama di kalangan komunitas teknologi dan pegiat privasi digital.

Durov dikenal sebagai sosok yang gigih mempertahankan definisi kebebasan dan privasi pengguna.

Ketika dia meninggalkan Rusia pada tahun 2014 setelah menolak menutup komunitas oposisi di platform media sosialnya, VK, yang kemudian ia jual, banyak yang melihatnya sebagai simbol perlawanan terhadap otoritarianisme.

Langkah Cepat Kedutaan Rusia

Kedutaan Besar Rusia di Prancis langsung mengambil langkah-langkah untuk mengklarifikasi situasi ini.

Meskipun tidak ada permintaan resmi dari pihak Durov kepada kedutaan, perwakilan Rusia di Prancis telah secara proaktif mencoba mendapatkan informasi lebih lanjut.

Hal ini menunjukkan perhatian serius pihak Rusia terhadap penangkapan warganya, terutama mengingat status Durov sebagai pengusaha terkenal dengan pengaruh global.

Baca Juga: Sedang Tren! Video Syur Mirip Azizah Salsha Banyak yang Hilang di Twitter X dan Telegram, Takut Dilaporkan?

Masa Depan Telegram di Bawah Bayangan Penangkapan Ini

Telegram, yang didirikan Durov bersama saudaranya Nikolai pada tahun 2013, kini memiliki sekitar 900 juta pengguna aktif dan dikenal karena fitur enkripsi end-to-end yang kuat serta kemampuannya untuk menyebarkan informasi dengan cepat melalui "channel".

Namun, penangkapan ini menimbulkan kekhawatiran tentang masa depan Telegram, terutama terkait dengan keamanan dan privasi pengguna, serta bagaimana platform ini akan merespons tekanan dari pemerintah yang ingin mendapatkan akses ke data pengguna.

Penampilan di Pengadilan dan Langkah Berikutnya

Durov dijadwalkan untuk tampil di pengadilan pada hari Minggu. Banyak yang menunggu untuk melihat bagaimana kasus ini akan berkembang dan apa yang disampaikannya kepada Durov dan Telegram.

Komunitas internasional, termasuk pengguna setia Telegram, mengamati dengan cermat perkembangan ini, mengingat potensi dampaknya terhadap kebebasan digital dan keamanan data di era modern.

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#Pavel Durov #Pavel Durov CEO telegram ditangkap #Durov #Pavel Durov ditangkap #Pavel Durov CEO telegram #Pavel Durov ditangkap di paris #bandara Bourget Paris