RADAR KUDUS – Genosida dari tentara Israel terhadap negara Palestina terlihat masih terus berlanjut.
Dari update terakhir pada Sabtu (10/8/2024), Israel baru saja mengirimkan bom ke sebuah sekolah al-Tabin di Kota Gaza. Akibatnya, lebih dari 100 orang tewas.
Melansir dari Aljazeera.com, sekolah yang diubah menjadi lokasi penampungan itu terlihat hancur lebur. Terlihat foto anak-anak yang menangis di sekitar reruntuhan.
Baca Juga: Kedutaan Minta Warga Indonesia di Lebanon segera Pergi, Imbas Konflik Israel-Hizbullah
Korban tewas bom tersebut termasuk anak-anak dan wanita.
Menurut pejabat Palestina setempat, korban tewas akan meningkat.
Sementara itu, tentara Israel mengklaim bahwa angkatan udaranya menyerang "pusat komando dan kendali" yang menjadi tempat persembunyian bagi teroris dan komandan Hamas.
Baca Juga: Ternyata! Hello Kitty Bukan Karakter Kucing tapi Manusia, Begini Penjelasannya
Pihak Israel juga menolak jumlah korban tewas dari pejabat Palestina dan menganggap jumlahnya tidak akurat.
Izzat al-Rishq, anggota biro politik kelompok Palestina mengungkapkan tidak ada orang bersenjata di sekolah tersebut.
Selain itu, Hamas menganggap klaim Israel menyerang tempat persembunyian Hamas menjadi pembenaran untuk kejahatannya.
Baca Juga: Wow, Jerman Uji Coba Empat Hari Kerja Seminggu Gaji Tetap Utuh. Ini Alasannya
Pengeboman tersebut menjadi alasan untuk menargetkan warga sipil, sekolah, rumah sakit, dan tenda pengungsi.
Ismail al-Thawabta, perwakilan dari Kantor Media Pemerintah Gaza mengajak masyarakat internasional dan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menekan Israel agar mengakhiri pertumpahan darah.
Terutama demi rakyat Palestina, termasuk wanita dan anak-anak yang tidak bersalah.
Editor : Ali Mustofa