RADAR KUDUS - Rentetan tembakan muncul pada kampanye kandidat presiden Amerika Donald Trump pada Sabtu (13/7).
Donald Trump tampak dijaga oleh penjaga keamanan dalam kondisi berdarah di sekitar telinganya sembari berteriak “lawan, lawan” (bertarunglah).
Berikut ini kami rangkum 10 fakta dari berbagai sumber media asing yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
Baca Juga: BERITA TERKINI Longsor di Gorontalo Tewaskan 23 Pekerja Tambang Hingga Banjir Rendam 6 Kecamatan
1. Saat penembakan terjadi pada Sabtu (13/7) sekitar pukul 18.13 WIB, Trump sedang berkampanye di Buttler Pennsylvania. Ketika itu terdengar rentetan tembakan pada kerumunan.
2. Dari video yang beredar, tembakan tampak mengenai Trump di sekitar telinganya dan ia langsung menunduk ke tanah
3. Trump langsung menindak tegas petugas keamanan, dan kembali bangkit sembari berteriak “berjuang, bertarung” sambil mengepalkan tangan ke atas.
4. Para pendukung Trump yang mengikuti kejadian tersebut tampaknya masih banyak yang berada di lokasi, mendokumentasikan usai kejadian tersebut dan meneriakkan "USA, USA, USA"
Baca Juga: Duh, Pendaftaran Web UNDIP Kena Hack, Nama Prodi Berubah Jadi S1 Cek Khodam hingga S1 Ternak Lele
Baca Juga: 44 Orang Meninggal di RSJ karena Mabuk Kecubung, 2 Di Antaranya Meninggal Dunia
5. Melansir dari The Guardian, lokasi kampanye tersebut sekarang menjadi TKP aktif
6. Pihak penegak hukum sedang menyelidiki kejadian ini sebagai upaya nyata percobaan pembunuhan
7. Anthony Guglielmi, pihak keamanan media sosial mengatakan pada Minggu (14/7) Donald Trump sudah berada dalam kondisi aman dan kini kejadian tersebut tengah diselidiki.
Baca Juga: VIRAL Warga Banjarmasin Kalimantan Selatan Mabuk Kecubung, 2 Orang Tewas dan 35 Orang Dirawat di RSJ
Baca Juga: Imam Besar Al Azhar Mesir Sowan ke Indonesia, Ini Tujuannya
8. Sebagian pihak menilai kejadian tersebut berpotensi membuat Trump menang telak dalam kampanye Presiden Amerika
9. Presiden Amerika Biden langsung mengeluarkan pernyataan di media, ia mengutuk kejadian penembakan tersebut. “Tidak ada tempat di Amerika untuk kekerasan seperti ini,” kata presiden. "Itulah salah satu alasan kita harus mempersatukan negara ini. Anda tidak bisa membiarkan hal ini terjadi. Kita tidak bisa seperti ini. Kita tidak bisa memaafkan hal ini."
Baca Juga: Sistem Matrilineal Suku Minangkabau: Tinjauan dari Perspektif Psikologi Sosial dan Peran Gender
10. Sejumlah tokoh terkenal turut mengomentari kejadian tersebut dan mendoakan Trump agar baik-baik saja. Seperti yang dilakukan Elon Musk di akun x nya
Editor : Noor Syafaatul Udhma