RADAR KUDUS - Jepang kini tengah dilanda panas terik. Melansir dari media asing CNA, sudah ada 6 warga Tokyo Jepang yang tewas akibat sengatan panas tersebut.
Sebelumnya, seorang pekerja pertanian berusia 86 tahun ditemukan tewas pada Senin di sebuah ladang di wilayah barat daya Fukuoka. Laki-laki tersebut dikelilingi oleh handuk dan botol air ketika ditemukan tewas.
Kematian tersebut menambah data tewasnya warga akibat sengatan panas.
Dikabarkan, salah satu daerah di Jepang yakni Shizuoka menjadi wilayah pertama di Jepang yang suhunya sangat ekstrem, yakni mencapai 40 derajat Celcius.
Baca Juga: PLN Sukses Pasok Listrik Tanpa Kedip, Gelaran MXGP 2024 Seri I Lombok Langsung Lancar
Menurut media lokal, suhu juga mencapai rekor tertinggi mendekati 40 derajat Celcius pada Senin (8/7), di Tokyo dan di wilayah selatan Wakayama.
Pemerintah pun merekomendasikan masyarakat di Jepang untuk menghindari aktivitas di luar ruangan saat cuaca sangat panas.
Juga meminta mereka untuk tetap terhidrasi dan menyalakan AC/pendingin ruangan.
Baca Juga: Transaction Banking dan Bisnis Treasury BRI Raih 2 Penghargaan Internasional dari The Asset Triple A
Melansir The Guardian, kondisi panas ini tak hanya mengancam warga lansia. Namun juga anak-anak muda di Jepang.
Disebutkan, kelompok muda juga terancam atas sengatan panas ini.
Pada awal Juli saja, petugas pemadam kebakaran dipanggil ke Kyoto setelah sembilan anak menunjukkan gejala sengatan panas saat piknik sekolah.
Tiga orang diantaranya sampai dibawa ke rumah sakit.
Lembaga penyiaran publik NHK Jepang juga mempertanyakan bahwa suhu telah mencapai tingkat yang “mengancam jiwa”.
Banyaknya jumlah korban jiwa yang rata-rata per tahun juga menunjukkan sengatan panas ini setara dengan “bencana alam besar”.
Masyarakat pun diperingatkan untuk tidak melakukan aktivitas luar yang tidak penting.
Baca Juga: Terpilih Kembali Jadi Presiden, Erdogan: Ini adalah Kemenangan Turki!
Baca Juga: Wow! Instagram Rilis Aplikasi Siap Saingi Twitter Bulan Depan Nih, Penasaran?
Editor : Noor Syafaatul Udhma