Mengenal Salma Fitriani, Mahasiswi UMK yang Terbitkan Buku Antologi 100 Puisi 'Sunya Jiwa'

Andika Trisna Saputra • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:05 WIB
Salma Fitriani, mahasiswi Universitas Muria Kudus (UMK) yang menulis dan menerbitkan buku antologi puisi berjudul Sunya Jiwa.
Salma Fitriani, mahasiswi Universitas Muria Kudus (UMK) yang menulis dan menerbitkan buku antologi puisi berjudul Sunya Jiwa.

KUDUS – Bagi Salma Fitriani, menulis bukan sekadar aktivitas untuk mengisi waktu luang. Melalui puisi, mahasiswi Universitas Muria Kudus (UMK) itu menuangkan berbagai pengalaman batin, mulai dari asmara, kehilangan, hingga hubungan manusia dengan Tuhan. Perasaan yang sulit diungkapkan secara langsung coba diabadikannya melalui rangkaian kata.

Kecintaan terhadap dunia kepenulisan mengantarkan perempuan berusia 19 tahun asal Desa Bae, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, tersebut menerbitkan buku antologi puisi berjudul Sunya Jiwa pada 2026. Buku yang diterbitkan Teras Arketipum Press, penerbit lokal Kudus, itu memuat 100 puisi yang seluruhnya merupakan karya pribadinya.

Judul Sunya Jiwa dipilih karena memiliki makna khusus bagi Salma. Istilah tersebut dimaknainya sebagai tempat bersembunyinya luka, sebuah ruang untuk menyimpan perasaan yang tidak selalu mudah diceritakan kepada orang lain.

“Sunya Jiwa itu bahasa Sanskerta. Saya mengartikannya sebagai tempat luka bersembunyi,” ungkap Salma.

Melalui buku tersebut, Salma berusaha mengabadikan emosi dan pengalaman batinnya dalam bentuk tulisan. Baginya, puisi menjadi medium untuk menyampaikan berbagai perasaan yang terkadang sulit diutarakan melalui percakapan sehari-hari.

Tema yang diangkat pun beragam. Selain asmara dan kehilangan, ia menulis tentang hubungan manusia dengan Tuhan. Ragam tema itu menjadi ruang baginya untuk mengeksplorasi gagasan sekaligus memahami berbagai sisi kehidupan.

Ketertarikan Salma terhadap dunia tulis-menulis sebenarnya telah tumbuh sejak duduk di bangku madrasah tsanawiyah (MTs) atau sederajat SMP. Namun, kebiasaan menulis puisi mulai semakin ditekuni ketika memasuki jenjang SMA.

Seiring berjalannya waktu, kegemaran tersebut berkembang menjadi aktivitas yang terus dipertahankan di tengah kesibukan perkuliahan. Selain puisi, Salma juga menyukai penulisan cerita pendek atau cerpen.

Buku Sunya Jiwa menjadi salah satu langkahnya untuk memperkenalkan karya kepada pembaca yang lebih luas. Buku tersebut telah diterbitkan dan diperjualbelikan melalui penerbit yang menaunginya.

Di luar menulis, mahasiswi semester lima Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMK itu juga gemar mendengarkan lagu, membaca novel, dan menonton film.

Aktivitas tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga membantunya memperoleh wawasan dan menemukan inspirasi untuk berkarya.

“Saya menyukai kegiatan tersebut karena bisa menjadi hiburan sekaligus menambah wawasan dan memberikan inspirasi,” tuturnya.

Untuk bacaan, Salma menyukai novel bergenre roman dan pengembangan diri atau self-improvement. Karya-karya Brian Khrisna dan Tere Liye termasuk buku yang kerap dibacanya.

Menurutnya, membaca memberinya kesempatan untuk mengenal sudut pandang berbeda dan memahami beragam pengalaman manusia. Hal itu juga menjadi bekal untuk memperkaya ide ketika menulis.

Saat ini, Salma tengah menjalani program magang studi selama dua bulan di Jawa Pos Radar Kudus. Kesempatan tersebut dimanfaatkannya untuk mengenal lebih dekat dunia jurnalistik sekaligus mengembangkan kemampuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Ia berharap pengalaman magang dapat menambah pengetahuan, khususnya mengenai proses kerja wartawan. Mulai dari mencari informasi, mengikuti peliputan, hingga menyusun berita, berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses belajar yang ingin dijalaninya.

“Harapan saya dari magang di Radar Kudus bisa mendapatkan ilmu terkait jurnalistik,” ujarnya.

Sebelum menjalani magang, keseharian Salma lebih banyak diisi dengan mengikuti perkuliahan. Kini, ia harus menyesuaikan diri dengan aktivitas di lingkungan redaksi, mengikuti peliputan, serta menjalani berbagai pekerjaan jurnalistik hingga sore hari.

Pengalaman tersebut memberinya gambaran langsung mengenai dinamika kerja di dunia media. Ia berkesempatan melihat bagaimana proses peliputan berlangsung sekaligus mengenal aktivitas di balik penyusunan berita yang disampaikan kepada masyarakat.

Di tengah kesibukan barunya, Salma tetap berusaha menjalankan kegiatan lain di luar magang. Sepulang dari tempat magang, ia biasanya mengajar keponakannya yang masih duduk di kelas I sekolah dasar pada malam hari.

Berbagai aktivitas itu menjadi bagian dari kesehariannya dalam membagi waktu antara belajar, bekerja, dan menjalani kegemaran menulis. Melalui Sunya Jiwa, Salma telah mengambil langkah untuk memperkenalkan karya puisinya, sembari terus menambah pengalaman dan mengembangkan kemampuan di bidang kepenulisan.

Editor : Mahendra Aditya
Salma Fitriani buku puisi Sunya Jiwa mahasiswi UMK Kudus antologi puisi 100 karya Teras Arketipum Press