KUDUS – Kalkulus menjadi salah satu cabang matematika yang dikenal memiliki tingkat kesulitan cukup tinggi.
Materi seperti limit, turunan, dan integral umumnya baru dipelajari secara lebih mendalam ketika seseorang memasuki jenjang pendidikan menengah hingga perguruan tinggi.
Namun, hal tersebut tidak sepenuhnya berlaku bagi Jose Nerotou dan Kenneth Matthew atau yang akrab disapa Kenkulus.
Dua anak asal Indonesia ini sempat mencuri perhatian publik karena memiliki ketertarikan terhadap matematika sejak usia yang masih sangat muda.
Keduanya memiliki cerita yang berbeda.
Jose dikenal karena kemampuannya menjelaskan materi kalkulus di lingkungan perguruan tinggi.
Sementara Kenkulus menarik perhatian karena sejak balita sudah menunjukkan ketertarikan pada buku dan simbol-simbol matematika.
Jose Nerotou, Siswa SD yang Mampu Menjelaskan Kalkulus
Nama Jose Nerotou sempat ramai diperbincangkan setelah sebuah video yang memperlihatkan dirinya menjelaskan materi kalkulus di Universitas Cenderawasih, Papua, beredar di media sosial.
Pada saat itu, Jose masih duduk di bangku kelas 6 SD.
Ia tampil di hadapan mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika dan menjelaskan sejumlah materi yang berkaitan dengan kalkulus.
Dengan usia yang masih tergolong sangat muda, Jose terlihat percaya diri ketika menyampaikan materi.
Ia bahkan mampu membahas konsep seperti limit, turunan, integral hingga materi integral lipat tiga.
Kemampuan tersebut membuat sosok Jose mendapat perhatian dari lingkungan akademik maupun masyarakat.
Ia juga diketahui menjadi salah satu anak didik Profesor Yohanes Surya yang dikenal memiliki perhatian terhadap pengembangan kemampuan anak dalam bidang matematika dan sains.
Bukan hanya di lingkungan pendidikan, kemampuan matematika Jose juga membawanya bertemu dengan Elon Musk.
Dalam kesempatan tersebut, Jose bersama sejumlah pelajar Indonesia mendapat tantangan berupa soal matematika.
Momen itu semakin memperkenalkan sosok Jose kepada publik.
Kemampuannya kemudian menjadi salah satu contoh bahwa ketertarikan terhadap matematika dapat berkembang sejak usia sekolah dasar apabila mendapatkan kesempatan dan pendampingan yang tepat.
Kenkulus, Balita yang Gemar Mempelajari Matematika
Cerita berbeda datang dari Kenneth Matthew.
Balita yang kemudian dikenal warganet dengan nama Kenkulus ini menjadi perhatian karena kegemarannya terhadap buku matematika sejak usia yang sangat dini.
Ketika sebagian besar anak seusianya masih banyak menghabiskan waktu dengan berbagai permainan, Kenneth justru terlihat tertarik membuka dan mempelajari buku yang berisi rumus serta simbol matematika.
Ketertarikannya terhadap kalkulus kemudian membuat warganet memberikan julukan "Kenkulus".
Nama tersebut merupakan gabungan dari Kenneth dan kalkulus.
Tidak hanya matematika, Kenneth juga disebut memiliki rasa ingin tahu terhadap sejumlah bidang lain.
Ketertarikannya terhadap ilmu pengetahuan membuat berbagai aktivitasnya kemudian banyak dibagikan dan menarik perhatian pengguna media sosial.
Meski begitu, kemampuan anak tidak seharusnya dijadikan alasan untuk membandingkan satu anak dengan anak lainnya.
Setiap anak memiliki minat, kemampuan, serta proses perkembangan yang berbeda.
Kenkulus Pernah Bertemu Prabowo Subianto
Popularitas Kenkulus semakin mendapat perhatian setelah dirinya berkesempatan bertemu dengan Prabowo Subianto pada Desember 2023.
Dalam pertemuan tersebut, Kenneth datang bersama kedua orang tuanya.
Salah satu momen yang menarik perhatian terjadi ketika Prabowo berbincang dengan Kenneth dan menanyakan mengenai cita-citanya.
Kenneth kemudian menyampaikan keinginannya untuk menjadi seorang engineer.
Interaksi keduanya berlangsung dengan suasana yang cukup santai dan menggemaskan.
Kenneth juga diketahui menyapa Prabowo dengan panggilan "Opung Wowo".
Momen tersebut turut menarik perhatian masyarakat dan menjadi bagian dari perjalanan Kenkulus yang sebelumnya telah dikenal melalui media sosial.
Bukan Hanya tentang Kalkulus
Cerita Jose Nerotou dan Kenkulus memang menarik karena keduanya memiliki ketertarikan terhadap matematika di usia yang masih sangat muda.
Jose menunjukkan keberanian dan kemampuan akademik dengan menjelaskan materi kalkulus di lingkungan perguruan tinggi.
Sementara itu, Kenkulus dikenal melalui rasa ingin tahunya terhadap matematika sejak masih balita.
Di balik kisah tersebut, ada hal lain yang tidak kalah penting, yakni peran lingkungan dalam mendukung minat dan rasa ingin tahu anak.
Kemampuan yang menonjol perlu diimbangi dengan pendampingan yang sesuai.
Anak tetap membutuhkan kesempatan untuk bermain, bersosialisasi, mencoba berbagai hal, serta berkembang sesuai dengan tahap usianya.
Kisah Jose dan Kenkulus pada akhirnya bukan hanya tentang kemampuan menguasai rumus matematika.
Lebih dari itu, keduanya menunjukkan bahwa rasa ingin tahu dapat menjadi awal dari proses belajar yang menarik ketika mendapatkan dukungan yang tepat.
Bagi orang tua, cerita tersebut dapat menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki potensi dan ketertarikan masing-masing.
Tugas lingkungan di sekitarnya adalah memberikan ruang agar potensi tersebut dapat tumbuh tanpa harus membebani anak dengan tuntutan untuk selalu menjadi yang terbaik.
( Dyah Ayu Setyo Astuti )
Editor : Ali Mustofa