Dari Limbah Kulit Jagung hingga Panggung Nasional, Siswa MAN 2 Jepara Terus Menorehkan Prestasi

Zainal Abidin RK • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 08:43 WIB
Afrah Safanah Albahira, Kelas XI Bahasa MAN 2 Jepara bersama Kepala MAN 2 Jepara Drs. Khamdi
Afrah Safanah Albahira, Kelas XI Bahasa MAN 2 Jepara bersama Kepala MAN 2 Jepara Drs. Khamdi

JEPARA – Semangat berinovasi dan berprestasi terus tumbuh di MAN 2 Jepara. Di tengah upaya madrasah mendorong siswa mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik, sejumlah capaian membanggakan berhasil ditorehkan. Dua di antaranya datang dari bidang riset dan inovasi serta Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI).

Dari ruang riset madrasah, dua siswa MAN 2 Jepara, Citra Alesia Wulandari dan Arya Maulana, berhasil membawa inovasi mereka, PACK KURI, melaju sebagai finalis Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2026 tingkat nasional yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).

PACK KURI bukan sekadar produk wadah makanan biasa. Inovasi tersebut berangkat dari gagasan sederhana untuk mengolah potensi yang ada di sekitar menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna. Tim memanfaatkan limbah kulit jagung sebagai bahan wadah makanan ramah lingkungan (biodegradable) dan menggabungkannya dengan potensi lokal buah parijoto yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekayaan khas daerah Jepara.

Dari bahan yang mungkin selama ini dipandang sebagai limbah dan potensi lokal yang ada di sekitar, lahirlah sebuah inovasi yang kemudian membawa nama MAN 2 Jepara hingga ke tingkat nasional.

Perjalanan Citra dan Arya belum berhenti. Bersama dua guru pembimbing, M. Kamal Al Musyaddad, S.Pd. dan Desti Annisa Ajitara, S.Pd., mereka akan mengikuti tahapan nasional FIKSI 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Universitas Pendidikan Ganesha (UNDIKSHA), Bali, pada Oktober ini.

Bagi MAN 2 Jepara, keberhasilan tersebut bukan hanya tentang mengejar penghargaan. Lebih dari itu, proses panjang di balik lahirnya PACK KURI menjadi bagian dari pembelajaran bagi siswa untuk melihat persoalan di lingkungan sekitar, menemukan gagasan, melakukan riset, kemudian mengubahnya menjadi sebuah karya.

Semangat yang sama juga terlihat dari capaian siswa MAN 2 Jepara dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Afrah Safanah Albahira, kelas XI 6 Bahasa. Salah satu siswa berhasil meraih Juara 2 OMI tingkat Kabupaten Jepara. Prestasi tersebut sekaligus membuka kesempatan untuk melanjutkan perjuangan pada kompetisi tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Kepala MAN 2 Jepara Khamdi menyambut capaian tersebut sebagai buah dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Baginya, prestasi siswa tidak lahir secara instan, tetapi melalui latihan, pendampingan, keberanian mencoba, serta dukungan seluruh warga madrasah.

Khamdi juga terus mendorong agar siswa MAN 2 Jepara memiliki ruang yang luas untuk mengembangkan kemampuan sesuai minat dan bakatnya. Baik melalui riset, inovasi, olimpiade, maupun berbagai kompetisi lainnya.

Dua capaian tersebut sekaligus memperlihatkan wajah lain pendidikan di madrasah. Di satu sisi, siswa diajak mengasah kemampuan akademik melalui kompetisi seperti OMI. Di sisi lain, mereka didorong menjadi generasi yang mampu menghasilkan gagasan dan inovasi yang menjawab persoalan di lingkungan sekitar.

Kini, perhatian keluarga besar MAN 2 Jepara tertuju pada dua panggung berikutnya. Ada perjuangan tim PACK KURI di tingkat nasional FIKSI 2026 di Bali dan ada langkah siswa peraih Juara 2 OMI Kabupaten Jepara menuju kompetisi tingkat provinsi.

Apa pun hasil akhirnya nanti, perjalanan tersebut telah menjadi bagian penting dari proses belajar. Sebab bagi para siswa, sebuah prestasi bukan hanya tentang piala yang dibawa pulang, tetapi tentang keberanian untuk mencoba, jatuh bangun dalam proses, dan membuktikan bahwa ide dari sebuah madrasah di Jepara pun mampu berbicara di panggung yang lebih luas. (*)

Editor : Zainal Abidin RK
OMI man 2 jepara inovasi