Mengenal Fidela Aulia, Mahasiswi Unisnu Jepara Pengoleksi Emas dalam Kejuaraan Internasional 

Fikri Thoharudin • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 18:16 WIB
Fidela Aulia. (Doc. Pribadi)
Fidela Aulia. (Doc. Pribadi)

RADAR KUDUS - PEREMPUAN harus serba bisa. Sat-set. Begitulah prinsip yang diyakini Fidela Aulia (21), perempuan asal Desa Tahunan, Kecamatan Tahunan, Jepara.

Ia terus menantang dirinya untuk mencoba berbagai hal, di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa.

Bagi Fidela, menjadi perempuan bukan alasan untuk membatasi diri pada satu bidang saja. 

Justru dari banyak pengalaman yang dijalani, ia menemukan ruang untuk belajar, berorganisasi, membangun jejaring, sekaligus mengembangkan kemampuan yang dimilikinya.

Saat ini, Fidela tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara. 

Ia mulai menempuh pendidikan pada 2023 dan kini memasuki semester tujuh.

Pilihan terhadap Ekonomi Islam bukan tanpa alasan. Sebelumnya, Fidela menempuh pendidikan di SMKN 3 Jepara dengan jurusan akuntansi. 

Ketertarikannya terhadap dunia ekonomi, kemudian berkembang ketika ia ingin memahami lebih jauh sistem ekonomi berbasis nilai-nilai Islam.

Menurutnya, kuliah di Jurusan Ekonomi Islam membuat pengetahuannya semakin luas, terutama mengenai pengelolaan keuangan di lembaga keuangan syariah. 

Ia belajar bagaimana mekanisme pengelolaan keuangan seperti di Baitul Maal wat Tamwil (BMT), hingga memahami berbagai akad yang diterapkan dalam perbankan syariah maupun lembaga keuangan lainnya.

Unisnu Jepara juga menjadi pilihannya karena pertimbangan sederhana, yakni jaraknya yang dekat dengan rumah. 

Namun, dari kampus tersebut, Fidela justru menemukan banyak kesempatan untuk mengembangkan dirinya di luar ruang perkuliahan.

Ia aktif di sejumlah organisasi. Fidela pernah dipercaya menjadi Ketua IPPNU Desa Tahunan dan sejak Juli lalu berstatus demisioner. 

Ia juga menjalankan amanah sebagai Sekretaris Karang Taruna Desa Tahunan serta Sekretaris Lazisnu Desa Tahunan.

Kesibukannya tidak berhenti di lingkungan desa. Di kampus, Fidela menjadi Sekretaris Unit Seni Budaya FEB Unisnu Jepara.

Ia juga aktif di Kelompok Studi Pasar Modal serta menjadi anggota Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) BEM FEB Unisnu Jepara.

Beragam aktivitas tersebut membuat Fidela terbiasa membagi waktu. Baginya, setiap organisasi memiliki pelajaran berbeda. 

Ada kemampuan berkomunikasi, bekerja bersama tim, mengelola kegiatan, hingga belajar bertanggung jawab terhadap amanah yang diberikan.

Kegemarannya mencoba banyak hal juga membawanya pada dunia kompetisi.

Fidela berhasil meraih gold medal dalam ajang Internasional World Young Inventors Exhibition (WYIE) yang berlangsung di Malaysia pada 18–20 Mei 2026.

Sebelumnya, ia juga meraih gold medal dalam Indonesian International Applied Science Project Olympiade (I2ASPO) yang digelar di Jogja pada 18–21 Desember 2025. 

Prestasi internasional lainnya diraih melalui International Youth Business Competition (IYBC) 2025 di Bali pada 19–23 Juni 2025.

Bagi Fidela, prestasi tersebut bukan sekadar tentang medali. 

Setiap kompetisi menjadi pengalaman untuk keluar dari zona nyaman, bertemu dengan orang-orang baru, sekaligus menguji sejauh mana kemampuan yang telah dipelajari dapat diterapkan.

Di tengah aktivitas akademik dan organisasi, ia juga pernah menjalani magang di RS Graha Husada Jepara. 

Pengalaman tersebut memberinya gambaran mengenai dunia kerja secara langsung. Sekaligus menjadi bekal untuk mempersiapkan diri menghadapi masa setelah kuliah.

Ketertarikan Fidela terhadap pasar modal menjadi salah satu bidang yang ingin terus dipelajarinya. 

Ia menikmati proses memahami bagaimana dunia investasi dan aktivitas pasar modal berjalan. Menurutnya, semakin banyak mencoba, semakin banyak pula pengetahuan yang bisa diperoleh.

“Cita-cita saya menjadi akuntan profesional,” tegasnya, pada Jumat (11/9).

Ia ingin mengembangkan bekal yang diperoleh dari pendidikan akuntansi di sekolah, ekonomi Islam di perguruan tinggi, pengalaman organisasi, hingga berbagai kegiatan yang telah diikutinya.

Sebagai anak pertama dari dua bersaudara, Fidela menyadari bahwa perjalanan untuk mencapai cita-cita masih panjang. Namun, ia memilih untuk menjalaninya dengan satu prinsip, tidak pernah berhenti belajar.

Baginya, kesempatan untuk mencoba sesuatu yang baru merupakan bagian dari proses bertumbuh. 

Selama masih memiliki ruang untuk belajar, ia ingin terus bergerak, mengambil pengalaman, dan membuktikan bahwa perempuan bisa memiliki banyak peran tanpa harus berhenti menjadi dirinya sendiri.

“Anak muda harus terus berkarya,” pungkasnya.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
Ekonomi Islam putri daerah Jepara medali emas Mahasiswi Unisnu Berprestasi prestasi internasional