Mengenal Abbygail Mogot, Atlet Cilik Inline Skate Jepara

Fikri Thoharudin • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:48 WIB
Abbygail Mogot.
Abbygail Mogot. (DOC. PRIBADI)

TUBUH mungil itu tampak lincah saat meluncur di atas sepasang roda yang terpasang di kakinya. 

Sesekali ia mengatur keseimbangan, kemudian kembali melaju dengan percaya diri. Kecil-kecil cabe rawit.

Bagi Abbygail Mogot, bermain inline skate bukan sekadar aktivitas mengisi waktu luang. 

Dari hobi yang awalnya dilakukan sambil bermain di rumah, kini ia mulai berani menjajal arena kejuaraan.

Abbygail, bocah berusia delapan tahun yang masih duduk di bangku SD Masehi Jepara, mulai mengenal inline skate sejak usia sekitar tiga tahun. Kala itu, ia hanya bermain dan mencoba-coba sendiri di rumah.

Namun, kegemarannya tersebut perlahan berkembang. Setelah beberapa kali maju-mundur untuk bergabung dengan klub, pada April 2026 Abbygail akhirnya bergabung dengan Jepara Rolling di bawah arahan Coach Zainal.

Di klub tersebut, kemampuan Abbygail mulai diasah secara lebih terarah. Ia tidak hanya belajar bermain inline skate, tetapi juga mempelajari teknik, fisik, serta kedisiplinan dalam berlatih.

Latihan rutin membuatnya semakin tertantang untuk mencoba kejuaraan. Kesempatan itu datang ketika Abbygail mengikuti Artos Skate Fest Championship 2026.

Tak disangka, kejuaraan tersebut justru menjadi panggung pertamanya untuk menorehkan prestasi.

Abbygail berhasil menyabet juara dua kategori Junior Women U9 dan membawa pulang medali perak. Pencapaian itu terasa istimewa, lantaran merupakan kejuaraan pertama yang diikutinya.

“Senang sekali, seru,” ujarnya ringkas, pada Selasa (11/8).

Putri pasangan Mario Mogot dan Thrynsi Adisty ini, memang sejak kecil menyukai aktivitas yang melatih gerak tubuh. Selain inline skate, ia juga memiliki hobi menggambar, dance, dan balet.

Setelah bergabung dengan Jepara Rolling, aktivitas fisiknya semakin teratur. Selain latihan teknik inline skate, Abbygail juga menjalani latihan seperti lari dan latihan fisik lainnya.

Dari rutinitas tersebut, ia tidak hanya belajar menjaga keseimbangan di atas roda. Ia juga mulai belajar tentang disiplin, mengikuti arahan pelatih, berani mencoba hal baru, serta tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.

Bagi orang tuanya, pencapaian Abbygail di kejuaraan pertama menjadi pengalaman berharga. Medali perak yang dibawa pulang sekaligus menjadi pemantik semangat untuk terus berlatih dan berkembang.

Namun, perjalanan Abbygail dan atlet-atlet muda inline skate lainnya di Jepara masih menghadapi tantangan. Di antaranya berkaitan dengan fasilitas latihan.

Selama ini, latihan Jepara Rolling masih memanfaatkan fasilitas umum, seperti kawasan Alun-Alun I Jepara. Kondisi tersebut membuat para atlet muda harus berbagi ruang dengan masyarakat yang sedang beraktivitas.

Situasi itu terkadang membuat anak-anak kesulitan menjaga fokus latihan, maupun mengembangkan teknik secara optimal.

Padahal, potensi atlet inline skate Jepara mulai terlihat. Jepara Rolling belum lama ini mengikuti kejuaraan di Gunungkidul dan berhasil meraih Juara Umum 2 dengan perolehan medali emas terbanyak kedua.

Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa anak-anak Jepara memiliki potensi untuk berprestasi, apabila mendapatkan pembinaan yang konsisten serta fasilitas yang memadai.

“Harapan kami selaku keluarga ataupun komunitas, inline skate di Jepara bukan sekadar soal prestasi. Kami berharap ke depan Jepara memiliki lintasan inline skate yang layak, lapang, dan aman,” sambung Adisty, Ibu dari Abbygail.

Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi anak-anak untuk berlatih secara lebih nyaman, mengembangkan kemampuan, sekaligus membuka peluang lahirnya atlet-atlet baru dari Jepara.

“Kalau putri kami, sedari dulu punya cita-cita, tidak berubah, ingin menjadi YouTuber sekaligus pengusaha,” pungkasnya sumringah.(fik) 

Editor : Admin
inline skate atlet cilik jepara lintasan Inline Skate kejuaraan raih prestasi