BLORA- Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswi keperawatan, Zahwa Auliya Azzahra memilih untuk terus mengembangkan diri dan berani mengambil berbagai kesempatan baru. Perempuan kelahiran Januari 2006 beralamat Desa Jarangjati Rt 01, RW 02 Kecamatan Blora, ini kini tercatat sebagai mahasiswi semester lima Poltekkes Kemenkes Semarang Kampus IV Blora.
Bagi Zahwa, dunia perkuliahan bukan hanya tentang mengejar prestasi akademik. Ia juga aktif dalam organisasi Himpunan Mahasiswa dan tetap meluangkan waktu untuk menjalani berbagai hal yang menjadi hobinya, seperti menyanyi, melukis, membaca novel hingga menonton film, khususnya bergenre psychological thriller dan romantic comedy.
“Saya sangat cinta terhadap seni, terutama menyanyi dan melukis sejak kecil. Saat duduk di bangku SMA, saya bahkan beberapa kali mengikuti perlombaan dan berhasil meraih prestasi,” ucapnya.
Namun, perjalanan Zahwa untuk menjadi pribadi yang percaya diri tidak selalu mudah. Ketertarikannya mengikuti ajang duta sebenarnya sudah muncul sejak SMA. Hanya saja, rasa insecure membuatnya sempat ragu untuk mencoba.
Memasuki dunia perkuliahan menjadi titik balik baginya. Lingkungan baru dan orang-orang baru membuat Zahwa ingin menghadirkan versi terbaik dari dirinya.
“Saya mulai berani keluar dari zona nyaman, aktif berorganisasi, mengikuti ajang Mbak Keperawatan hingga akhirnya mengambil kesempatan menjadi Duta Genre Kabupaten Blora. Take the risk or lose the chance, menjadi prinsip yang terus saya pegang hingga kini,” ungkapnya.
Keberaniannya mengambil risiko membawa Zahwa pada pengalaman yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Baginya, menjadi Duta Genre dan Mbak Keperawatan Blora bukan sekadar tentang gelar atau kemenangan, melainkan sebuah perjalanan untuk mengenal diri, belajar berkomunikasi, membangun kepercayaan diri, serta bertanggung jawab terhadap kepercayaan yang diberikan.
“Dukungan keluarga, teman, serta inspirasi dari kakak tingkat yang sebelumnya juga menjadi Duta Genre Kabupaten Blora turut menguatkan langkahnya. Dari sana, saya semakin memahami bahwa proses untuk berkembang membutuhkan keberanian dan kemauan untuk terus belajar,” ujarnya.
Sebagai Mbak Keperawatan, Zahwa ingin menunjukkan bahwa mahasiswa keperawatan tidak hanya berkutat dengan akademik. “Mahasiswa juga dapat aktif berorganisasi, percaya diri, berkarya, serta mengambil peran di lingkungan sekitar,” ucapnya.
Editor : Eko Santoso