REMBANG – Panggung Rembang Symphoni Fest 2026 menjadi momen istimewa bagi Dea Devina. Penyanyi asal Desa Gedongmulyo, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, itu mendapat kesempatan tampil dalam puncak perayaan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang.
Dea Devina merupakan nama panggung dari Devina Dewi Anggarini. Perempuan kelahiran Rembang, 8 September 1998, tersebut tampil di hadapan ribuan penonton dengan membawakan sejumlah lagu populer dalam balutan aransemen musik orkestra.
Penampilannya mendapat sambutan meriah. Penonton ikut bernyanyi dan menikmati setiap lagu yang dibawakan hingga membuat suasana malam perayaan semakin semarak.
Bagi Dea, tampil di daerah sendiri memiliki arti yang jauh lebih besar dibanding sekadar pekerjaan. Kesempatan menghibur masyarakat Rembang di momentum Hari Jadi menjadi kebanggaan tersendiri karena ia dapat membawa kemampuan bermusiknya kembali ke tanah kelahiran.
“Beberapa tahun terakhir saya mengisi acara setiap Hari Jadi Kabupaten Rembang,” kata Dea kepada Jawa Pos Radar Kudus, Senin (4/8/2026).
Dea mengaku selalu senang ketika kembali dipercaya menjadi salah satu pengisi acara dalam perayaan tahunan tersebut. Apalagi, Hari Jadi Kabupaten Rembang merupakan agenda besar yang hanya berlangsung sekali dalam setahun.
Menurutnya, menjadi musisi daerah dan kemudian mendapat kepercayaan untuk tampil di hadapan masyarakat daerah sendiri merupakan pengalaman yang membanggakan.
“Senang sekali diberikan kesempatan untuk menghibur. Apalagi ini acara besar setahun sekali. Sebagai musisi daerah yang dipercaya mengisi acara di daerah sendiri, tentu saya bangga,” ujarnya.
Bagi Dea, panggung tersebut bukan hanya tempat untuk menunjukkan kemampuan bernyanyi. Ia juga ingin keberadaannya sebagai musisi asal Rembang dapat menjadi pemantik semangat bagi anak-anak muda daerah untuk berani mengembangkan potensi dan berkarya.
Perjalanan Dea di dunia musik sendiri terus berjalan di tengah aktivitasnya sebagai pekerja administrasi. Ia memilih menjadikan musik sebagai bagian penting dalam kehidupannya dengan mengambil pekerjaan menyanyi pada malam hari dan akhir pekan.
“Saya bekerja di bagian administrasi. Kalau ngejob biasanya malam dan spesialis weekend,” tuturnya.
Pengalaman manggung Dea pun semakin bertambah. Aktivitas bermusiknya tidak hanya berlangsung di wilayah Rembang, tetapi juga merambah sejumlah daerah lain.
Belum lama ini, ia mendapat pekerjaan untuk tampil dalam acara pernikahan bersama band asal Pati. Di Rembang sendiri, Dea memiliki grup musik bernama Cassia Musik yang menjadi salah satu wadah untuk terus mengembangkan kemampuan bermusiknya.
Tak berhenti pada aktivitas panggung, Dea kini juga mulai mempersiapkan karya baru. Bersama Cassia Musik, ia tengah menggarap single keduanya.
Lagu tersebut mengambil tema percintaan. Meski proses produksi sedang berjalan, Dea belum memastikan kapan karya terbaru itu akan resmi dirilis kepada publik.
Keseriusan Dea menekuni musik tidak muncul secara tiba-tiba. Bakat seni yang dimilikinya tumbuh dari lingkungan keluarga yang memang dekat dengan dunia musik.
Ia menyebut darah seni mengalir dari generasi sebelumnya. Kakek, ayah, hingga ibunya memiliki kedekatan dengan dunia musik.
Sejak kecil, Dea sudah terbiasa mendengarkan berbagai jenis lagu. Kebiasaan tersebut semakin kuat karena orang tuanya pernah menjalankan usaha radio.
“Bapak dan ibu dulu usaha radio. Jadi sejak kecil sering mendengarkan berbagai macam musik, mulai dangdut, pop, dan lainnya,” ungkapnya.
Lingkungan keluarga itulah yang kemudian membuat musik tidak terasa asing bagi Dea. Dari kebiasaan mendengarkan lagu sejak kecil, kecintaannya terhadap musik tumbuh hingga akhirnya membawanya ke berbagai panggung.
Kini, setiap kesempatan tampil di depan masyarakat Rembang menjadi perjalanan tersendiri bagi Dea. Ia tidak hanya membawa suara dan musik ke atas panggung, tetapi juga membawa nama daerah asalnya.
Penampilan di Rembang Symphoni Fest 2026 menjadi salah satu momen yang mempertemukan perjalanan tersebut: seorang musisi lokal, panggung daerah, dan masyarakat yang memberikan dukungan langsung.
Dea berharap keberadaannya di panggung musik dapat menjadi bukti bahwa talenta dari daerah memiliki ruang untuk berkembang. Ia ingin generasi muda Rembang tidak ragu mengejar bidang yang mereka sukai, termasuk musik.
Bagi Dea, berkarya di daerah bukan berarti memiliki mimpi yang kecil. Justru dari panggung-panggung lokal, seorang musisi bisa membangun pengalaman, memperluas jaringan, dan perlahan membawa karyanya ke ruang yang lebih luas. (noe/mah)
Editor : Mahendra Aditya