Prinsip hidup itulah yang kini membawa mahasiswi jurusan Gizi Poltekkes Semarang ini menembus babak Grand Final Miss Hijab Jawa Tengah 2026 yang bakal dihelat di Solo. Langkah ini bermula dari keberaniannya keluar dari zona nyaman.
"Awalnya jujur cuma iseng daftar pas lihat pengumuman open registration di Instagram. Selain ingin upgrade diri, aku juga mencari relasi baru," ungkap sosok yang akrab disapa Mila ini.
Baca Juga: Mengenal Mustikajati, Berawal dari Laptop Pemberian Kakak, Kini Aktif Berprestasi di Dunia Film
Namun, jalan menuju panggung grand final rupanya menuntut kesiapan mental yang tak main-main. Di babak seleksi awal, ia harus melewati sederet pengujian ketat. Mulai dari tes membaca Al-Qur'an, public speaking, speech mendadak tanpa persiapan, tes tertulis, catwalk, hingga wawancara mendalam.Rasa gugup dan keraguan sempat menghampiri, tetapi mahasiswi semester empat ini memilih untuk melawannya.
"Memang rasanya nervous banget. Tapi dari situ aku dapat insight berharga, proses naik level itu memang tidak pernah mudah. Kita pasti ketemu struggle, rasa tidak percaya diri, hingga rasa malas. Kalau tidak terbentur dulu, kapan kita akan terbentuk?" ucapnya.
Di balik persiapannya menuju panggung Grand Final Miss Hijab Jawa Tengah, hari-hari Mila sejatinya diwarnai dengan ritme aktivitas yang sangat dinamis. Dari Senin hingga Jumat, waktunya tersita penuh untuk menjalani rutinitas akademik mulai dari kuliah teori di kelas, praktikum, hingga terjun langsung ke lapangan.
Uniknya, di akhir pekan ia tetap meluangkan waktu untuk mengeksplorasi minat dan kepedulian sosialnya. Hari Sabtu diisinya dengan berlatih sepatu roda dan ice skating . Sementara di hari Minggu, ia memilih mendedikasikan waktunya untuk mengajar anak-anak secara rutin bersama komunitas ASNM Semarang.
Meski dulunya Mila pernah meraih predikat Runner Up lomba cipta puisi dan jurnalistik di tingkat sekolah hingga Kota Magelang saat SMA, kini fokus utamanya bukan lagi mengumpulkan gelar fisik. Ia lebih menikmati proses menjadi manusia yang berdaya dan bermanfaat.
Baca Juga: Tak Gentar Jalani Kuliah di Dua Kampus: Kisah Neneng Khaerunisa dan Amalan Penuntun Keberhasilan
Bagi mahasiswi berhijab asal kota semarang ini, tantangan terbesar dalam setiap perjalanan sebenarnya datang dari dalam diri sendiri. Menaklukkan rasa malas dan menjaga komitmen di tengah tumpukan tanggung jawab adalah ujian yang paling berat.
"Namun, selagi kita mau terus berproses, kendala-kendala itu pelan-pelan pasti bisa terselesaikan. Harapan aku simpel, ingin tetap konsisten berkembang dan bisa memberikan dampak positif bagi orang lain, sekecil apa pun kontribusinya," tuturnya.
Di balik mimpi besarnya menembus tingkat nasional di ajang Miss Hijab, ia tetap memegang teguh esensi utama seorang perempuan. "Hal yang paling penting adalah bisa menjaga attitude. Sejatinya, keindahan perempuan itu memancar dari akhlak yang baik dan ketulusan hati," pungkasnya penuh harap. (nuril baiti amiliah)
Editor : Mahendra Aditya