Ogah Diam: Cara Aulia Memadatkan Masa Kuliah Lewat Deretan Kegiatan

uinbroadcasting • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 14:00 WIB
Aulia Puspita Rizki (dok.pribadi)
Aulia Puspita Rizki (dok.pribadi)

KUDUS- Di saat kebanyakan mahasiswa memilih menikmati waktu senggang di sela-sela jadwal kuliah, Aulia Puspita Rizki justru melakukan hal sebaliknya. Mahasiswa UIN Walisongo Semarang ini terang-terangan mengaku jika dirinya adalah tipe orang yang memang tidak bisa berdiam diri. Alih-alih santai, ia malah memilih memadati hari-harinya dengan rentetan kegiatan, mulai dari bergabung di komunitas, volunteer, hingga proyek magang.

Menariknya, kesibukan super padat ini berawal dari situasi yang sama sekali tidak terduga. Berlatar belakang sebagai anak IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) di sekolah menengah, remaja asal Demak ini sebenarnya sudah mengamankan beasiswa di salah satu universitas Jawa Timur. Namun, demi menuruti arahan keluarga agar berkuliah di Jawa Tengah, ia merelakan kesempatan tersebut dan akhirnya mendarat di kampus di bawah naungan Kementerian Agama.

Sempat kaget dan merasa ada kesenjangan di antara kampus naungan kemenang dan Kemdiktisaintek membuatnya menyadari bahwa realitas kampus tak sesuai ekspektasinya, aulia ogah larut dalam kebingungan. Di momen Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) ia manfaatkan untuk berbenah dengan menyusun peta jalan perkuliahannya. Dari situlah ia menentukan to-do list dan target yang harus dicapai di setiap tahunnya.

Gonta-Ganti Peran: Dari Radio Kampus, Planetarium, hingga Google Ambassador

Prinsip yang dipegangnya sederhana tapi sangat tajam “If I can try, I will do. But if I cannot do, I will try.” Berbekal prinsip itu, ia menyapu bersih setiap peluang yang ada di depan matanya.

Di ranah kampus, aulia lebih memilih aktif di komunitas. Sejak semester satu, ia sudah menjajal komunitas radio kampus, lalu di semester dua ia juga menjajal komunitas TV kampus hingga mengikuti volunteer di acarra Dakwah  Cup,Masuk waktu liburan semester dua, ia mencoba dunia profesional dengan magang sebagai Program Development di platform mentoring beasiswa Raih Asa.

Aulia Google Student Ambasador (dok. pribadi)
Aulia Google Student Ambasador (dok. pribadi)

Langkahnya tak berhenti di situ. Memasuki semester tiga, ia mulai berburu pengalaman yang lebih linear dengan jurusannya di Komunikasi dan Penyiaran Islam, yaitu dengan menjadi narator edukasi untuk anak-anak yang berkunjung ke Planetarium UIN Walisongo.

Keaktifannya semakin memuncak menjelang semester empat. Aulia nekat mendaftar program Google Student Ambassador. Hasilnya luar biasa, dari sekitar 12.000 pendaftar se-Indonesia, hanya 800 orang yang lolos dan ia menjadi satu-satunya wakil yang lolos dari UIN Walisongo.

Peluang emas sebagai Google Student Ambassador benar-benar dimaksimalkan oleh Aulia. Ia sempat menginisiasi acara kolaborasi yang melibatkan dosen, pihak kampus, hingga seorang content creator. Dari proyek itulah pintu baru terbuka Aulia diajak mengelola akun Instagram @otakdigital_, yang dalam perkembangannya terus membesar hingga bertransformasi menjadi sebuah agensi, dengan Aulia yang memegang peran sebagai salah satu co-founder.

Lewat agensi ini, kesibukannya di dunia konten, editing, dan pengelolaan media sosial justru jadi pundi-pundi penghasilan yang sejalan dengan jurusan kuliahnya.

Lantas, bagaimana caranya bertahan di tengah tumpukan tugas kuliah, komunitas, magang, volunteer, hingga pekerjaan? Rahasianya ternyata ada di kamar kos.

Baca Juga: Sosok Reni Nurista Asal Grobogan, Puteri Jawa Tengah 2026 yang Melaju Ditingkat Nasional

"Karena saya tinggal di kos, saya menjadikan kos sebagai tempat untuk beristirahat dan tidur. Semua pekerjaan organisasi, kantor, maupun kegiatan lainnya saya usahakan selesai di luar kos, jadi pas pulang bisa benar-benar recharge energi," tuturnya.

Banyak target yangsudah tercapai tetapi juga ada segudang target masih ingin ia kejar: mulai dari mengincar summer program internasional sebelum lulus S1,  melanjutkan S2, menjadi diplomat hingga cita-cita membangun platform informasi beasiswa untuk anak-anak SMA.

”Saya sangat menyukai pendidikan dan proses belajar. Dulu, sebelum kuliah, saya memang tertarik dengan riset-riset pendidikan, terutama tentang beasiswa. Saat magang di Raih Asa, saya juga terlibat dalam membangun webinar dan seminar untuk siswa SMA yang ingin mencari informasi tentang kampus dan beasiswa. Dari situ saya melihat bahwa platform informasi seperti itu sangat bermanfaat.” (nuril baiti amiliah)

Editor : Admin
google student ambasador GSA uin walisongo mahasiswa inspirasi