Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Bertahan di Tengah Gempuran Plastik, Perajin Bambu Kudus Terus Berinovasi Jaga Warisan Anyaman Tradisional

uinbroadcasting • Sabtu, 18 Juli 2026 | 01:17 WIB
Ibu Sumitri pengrajin bambu kreatif
Ibu Sumitri pengrajin bambu kreatif

RADAR KUDUS - Di tengah maraknya penggunaan produk berbahan plastik dan kardus, Sumitri, perajin bambu asal Desa Jepang RT 03 RW 08, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, memilih tetap bertahan melestarikan kerajinan anyaman bambu.

Melalui usaha yang diberi nama Bambu Kreatif, ia terus berinovasi agar produk tradisional tetap diminati masyarakat.

Perempuan yang telah menganyam sejak duduk di bangku kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah (MI) itu mengaku awalnya hanya mampu membuat besek di rumah orang tuanya.

Setelah menikah dan tinggal di rumah suami, keterampilannya semakin berkembang hingga mampu menghasilkan berbagai jenis kerajinan bambu.

"Awalnya hanya membuat besek. Setelah pindah ke rumah suami, saya belajar membuat berbagai macam jenis anyaman bambu," ujar Sumitri saat ditemui di rumah produksinya.

Usahanya mulai berkembang pesat pada 2020 ketika mengikuti program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang dibentuk melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Saat itu para perajin anyaman mendapatkan bantuan modal untuk mengembangkan usaha.

Namun, perjalanan kelompok tersebut tidak berjalan mulus. Banyak anggota yang berhenti setelah menerima bantuan. Sumitri menjadi salah satu yang tetap bertahan dan terus mengembangkan usahanya hingga sekarang.

"Saya ingin usaha ini tetap ada. Walaupun yang lain berhenti, saya tetap berusaha supaya usaha ini bisa terus berjalan," katanya.

Di balik ketekunannya, terdapat kisah masa kecil yang menjadi motivasi. Sumitri mengaku kedua orang tuanya bekerja sejak dini hari sehingga ia tumbuh lebih mandiri. Ayahnya bekerja di sawah, sedangkan ibunya bekerja di rumah sakit bagian belanja dan memasak. Kondisi itu membuatnya bercita-cita memiliki pekerjaan yang bisa dilakukan dari rumah.

Keuletannya mengasah keterampilan membuahkan prestasi. Salah satu hasil anyamannya pernah diikutsertakan dalam perlombaan di Riau dan berhasil meraih juara kedua.

Kini, Bambu Kreatif memproduksi beragam kerajinan, mulai dari besek, wadah anyaman, hingga caping Kudusan asli. Khusus caping Kudusan, proses pembuatannya membutuhkan ketelitian tinggi sehingga dapat memakan waktu hingga satu bulan.

"Kalau anyaman biasa lebih cepat selesai, tetapi caping Kudusan bisa sampai satu bulan karena prosesnya lebih rumit," jelasnya.

Harga produk yang dijual pun bervariasi. Besek bambu asli dipasarkan mulai Rp2.000 per buah, sedangkan produk lain menyesuaikan ukuran, model, dan tingkat kesulitan pembuatannya.

Macam - macam kerajinan yang ada di Bambu Kreatif Sumitri
Macam - macam kerajinan yang ada di Bambu Kreatif Sumitri

Pemasaran dilakukan dengan melayani pembeli yang datang langsung maupun melalui sistem pengantaran. Hingga kini, produk Bambu Kreatif masih belum dipasarkan melalui platform digital.

Untuk memenuhi kebutuhan produksi, Sumitri memperoleh bahan baku bambu dari depo yang memasok bambu dari Magelang, Boyolali, dan Jepara.

Meski demikian, ia mengaku masih menghadapi tantangan besar. Selain permintaan yang tergerus penggunaan plastik dan kardus, regenerasi perajin juga menjadi persoalan karena banyak masyarakat memilih bekerja di sektor industri.

"Kendalanya sekarang pengrajinnya sedikit karena banyak yang memilih kerja di pabrik. Penjualan juga terdampak karena orang lebih banyak memakai plastik dan kardus," ungkapnya.

Agar tetap mampu bersaing, Sumitri terus menciptakan model-model baru yang mengikuti kebutuhan pasar tanpa meninggalkan ciri khas anyaman bambu.

Ia juga mengajak masyarakat untuk kembali menggunakan produk berbahan alami sebagai upaya mengurangi limbah plastik yang sulit terurai.

"Semoga masyarakat semakin mencintai produk bambu. Selain ramah lingkungan, bambu juga mudah terurai sehingga bisa membantu mengurangi sampah plastik," pungkasnya. (Hilda)

Baca Juga: Berawal dari Sampah Plastik, Warga Kudus Ini Sukses Ubah Limbah Jadi Kerajinan Bernilai Jual

Editor : Mahendra Aditya
Sumber : Wawancara dengan Ibu Sumitri
Perajin Lokal ramah lingkungan kerajinan bambu ekonomi kreatif anyaman bambu