Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Pernah Jadi Korban Bullying, Mahasiswi UMK Ini Bangkit dan Sukses Terbitkan 5 Buku Self-Improvement Inspiratif

uinbroadcasting • Kamis, 16 Juli 2026 | 14:18 WIB
Dea Sholihatun Ni
Dea Sholihatun Ni'mah, Mahasiswi UMK Penerbit 5 Buku  B

RADAR KUDUS – Pengalaman pahit sebagai korban perundungan (bullying) dan perjuangan menghadapi persoalan kesehatan mental justru menjadi titik balik bagi seorang mahasiswi asal Universitas Muria Kudus untuk berkarya.

Melalui tulisan, ia berhasil bangkit hingga kini telah menerbitkan lima buku bertema pengembangan diri (self-improvement) yang menginspirasi banyak pembaca.

Baginya, menulis bukan sekadar hobi, melainkan media penyembuhan diri.

Berawal dari kegelisahan dan luka batin yang sulit diungkapkan kepada orang lain, ia memilih menuangkannya dalam bentuk tulisan.

Dari proses itulah lahir berbagai karya yang mengangkat tema penyembuhan diri, penerimaan, hingga keberanian untuk bangkit dari keterpurukan.

"Menulis menjadi obat untuk diri saya sendiri. Semua rasa sakit, kegelisahan, dan luka yang tidak bisa saya ungkapkan, saya tuangkan dalam tulisan. Dari situlah saya belajar sembuh dengan cara saya sendiri," ujarnya.

Ia mulai menulis sejak tahun 2019, bertepatan dengan masa pandemi Covid-19.

Hingga saat ini, lima bukunya telah diterbitkan, sementara dua naskah lainnya masih dalam proses penyelesaian.

Seluruh karyanya berfokus pada tema self-improvement yang mengajak pembaca memahami bahwa setiap orang memiliki luka dan cara masing-masing untuk bangkit.

Perjalanan menjadi penulis tidak selalu mudah. Di tengah kesibukan kuliah dan berbagai aktivitas organisasi, tantangan terbesar yang dihadapi adalah membagi waktu.

Meski demikian, ia tetap konsisten berkarya dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana memperkenalkan buku-bukunya kepada masyarakat.

Menurutnya, setiap buku memiliki benang merah yang saling berkaitan. Mulai dari proses menerima kegagalan, belajar ikhlas, hingga menemukan kembali jati diri.

Salah satu bukunya yang berjudul Dari Aku Tak Bisa Menjadi Aku Bisa lahir dari pengalaman pribadi saat berusaha mengubah rasa tidak percaya diri menjadi keberanian untuk berkembang.

Keberhasilannya menerbitkan buku melalui penerbit mayor juga tidak diraih secara instan. Selain terus memperbaiki kualitas naskah, ia aktif mengikuti pelatihan kepenulisan dan membangun personal branding melalui media sosial.

Menurutnya, aktivitas kreatif di platform digital menjadi salah satu pertimbangan penerbit dalam melihat potensi seorang penulis.

Ia mengaku tidak pernah membayangkan akan menjadi seorang penulis. Semasa sekolah, dirinya lebih dikenal sebagai sosok yang gemar bernyanyi.

Namun pengalaman menjadi korban bullying saat SMA membuatnya memilih menulis sebagai cara untuk bangkit.

Dukungan keluarga dan keberanian keluar dari zona nyaman menjadi kunci hingga akhirnya mampu melewati masa-masa sulit tersebut.

Kini, ia berharap tulisannya dapat memberi manfaat bagi orang lain, terutama generasi muda yang tengah menghadapi persoalan kesehatan mental atau kehilangan arah.

Menurutnya, setiap orang memiliki jalan hidup dan proses bertumbuh yang berbeda.

"Jadilah diri sendiri, jangan terus membandingkan diri dengan orang lain. Kalau ingin berkembang, fokuslah pada potensi yang dimiliki. Berani keluar dari zona nyaman dan terus bertumbuh dengan cara kita sendiri," pesannya.

Editor : Ali Mustofa
MAHASISWSI BERPRESTASI inspirashe UMK buku