KONFLIK pertambangan yang beberapa tahun terakhir terjadi di Desa Sumberrejo, Kecamatan Donorojo, Jepara, menjadi pengalaman yang membekas bagi Anggun Najwa Ayu Shoba.
Melihat langsung perdebatan antara kepentingan investasi, masyarakat, dan kelestarian lingkungan, membuatnya mantap. Mengambil jurusan kuliah di bidang hukum.
Perempuan asal Dukuh Pendem, Desa Sumberrejo, yang lahir pada 16 Oktober 2005 ini, kini tercatat sebagai mahasiswi semester dua Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), Fakultas Syariah dan Hukum Unisnu Jepara.
Ia mulai menempuh pendidikan di kampus tersebut pada 2025.
Menurut Anggun, tinggal di desa yang dikelilingi aktivitas pertambangan membuatnya menyadari, bahwa setiap persoalan tidak cukup diselesaikan dengan perdebatan semata.
Dibutuhkan pemahaman terhadap aturan hukum agar kepentingan masyarakat, pembangunan, dan lingkungan dapat berjalan beriringan.
"Saya tertarik mengambil Jurusan Hukum Keluarga Islam (HKI), karena ingin menegakkan keadilan. Dari kuliah saya jadi tahu pentingnya regulasi, sehingga bisa berpikir lebih jauh tentang konsekuensi hukum dan kelestarian lingkungan," ungkapnya, pada Senin (29/6).
Selama beberapa tahun terakhir, Desa Sumberrejo menjadi salah satu wilayah yang diwarnai dinamika pertambangan batuan.
Sebagian warga menilai aktivitas tambang membawa manfaat ekonomi, sementara sebagian lainnya menyuarakan kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan keberlangsungan sumber daya alam.
Situasi tersebut menjadi pengalaman yang mendorong Anggun, untuk memahami hukum secara lebih mendalam.
Ia berharap bekal ilmu yang diperoleh di bangku kuliah kelak dapat membantunya melihat persoalan secara objektif, memahami hak dan kewajiban setiap pihak. Serta mendorong lahirnya solusi yang berkeadilan.
Anak kedua dari dua bersaudara itu mengaku semakin yakin untuk meniti karier di dunia akademik.
Ia bercita-cita menjadi dosen hukum, agar dapat mengembangkan ilmu. Sekaligus menginspirasi generasi muda, untuk lebih peduli terhadap persoalan hukum di masyarakat.
"Saya ingin menjadi dosen hukum, agar bisa mengajar dan memberikan manfaat bagi banyak orang," imbuhnya.
Anggun memilih melanjutkan pendidikan di Unisnu Jepara, karena lokasinya dekat dengan tempat tinggal dan mampu mengakomodasi kebutuhannya untuk berkuliah tanpa harus jauh dari keluarga.
Di luar aktivitas akademik, ia gemar membaca novel maupun buku-buku nonfiksi.
Baginya, membaca menjadi cara untuk memperluas wawasan sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis.
Perempuan yang ingin dikenal sebagai sosok kreatif, pemberani, dan terus berkembang itu memiliki satu prinsip yang selalu dipegang.
"Saya ingin terus menjadi versi terbaik dari diri saya sendiri," pungkasnya.(fik)
Editor : Admin