RADAR KUDUS — Potret buram sekaligus kisah inspiratif dari dunia pendidikan di wilayah pelosok nusantara kembali mengetuk hati publik.
Di tengah keterbatasan fasilitas dan minimnya kesejahteraan finansial, seorang guru honorer bernama Yustina Yuniarti membuktikan bahwa dedikasi terhadap masa depan generasi bangsa tidak dapat diukur dengan materi.
Kisah perjuangannya yang viral di media sosial kini membuahkan simpati dan respons nyata dari berbagai pihak, salah satunya dari jenama perlengkapan luar ruang ternama, EIGER.
Yustina merupakan seorang tenaga pendidik honorer yang mengabdi di Sekolah Dasar Katolik (SDK) 069 Wukur, sebuah sekolah yang terletak di wilayah terpencil Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Setiap bulan, Yustina hanya menerima honorarium sebesar Rp150 ribu—sebuah angka yang jauh dari kata layak untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Jalan Terjal Demi Mencerdaskan Anak Bangsa
Namun, bukan nominal gaji yang menjadi sorotan utama, melainkan perjuangan fisik luar biasa yang harus dilaluinya setiap hari.
Demi bisa sampai di sekolah dan mengajar anak-anak didiknya, Yustina harus menempuh perjalanan sepanjang 12 kilometer pulang-pergi dengan berjalan kaki.
Rute yang dilaluinya bukanlah jalan raya yang mulus, melainkan medan alam yang ekstrem dan penuh risiko.
Setiap pagi dan sore, ia harus berjalan membelah kawasan hutan lebat, menyusuri jalan setapak yang terjal penuh batuan tajam, hingga melintasi tepian jurang yang curam.
Dengan perlengkapan mengajar seadanya dan sepatu yang sering kali tidak memadai untuk medan seberat itu, semangat Yustina tidak pernah surut demi memastikan anak-anak di pelosok Sikka tidak tertinggal dalam hal pendidikan.
Kisahnya yang tersebar luas di jagat maya segera memicu gelombang solidaritas dari warganet.
Banyak pihak menilai Yustina adalah simbol nyata dari pahlawan tanpa tanda jasa yang bergerak murni atas dasar cinta dan tanggung jawab moral, sekaligus menjadi refleksi keras bagi pemerintah terkait urgensi pemerataan kesejahteraan guru honorer di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Respons Nyata dan Uluran Tangan dari EIGER
Viralnya kisah pengabdian ini mendorong tim EIGER Adventure untuk bergerak langsung ke lapangan.
Perwakilan dari perusahaan tersebut melakukan perjalanan ke Kabupaten Sikka dan mengunjungi langsung SDK 069 Wukur guna menemui Yustina beserta para muridnya.
Sebagai bentuk apresiasi atas keteguhan hati sang guru, EIGER menyalurkan paket bantuan komprehensif untuk menunjang aktivitas belajar-mengajar di sekolah tersebut. Bantuan yang diserahkan meliputi:
-
Perlengkapan lapangan penunjang untuk guru (tas dan sepatu yang ramah medan luar ruang).
-
Perlengkapan sekolah untuk para siswa (tas, alat tulis, dan buku bacaan).
-
Fasilitas pendukung operasional sekolah.
-
Perangkat laptop modern guna mendukung digitalisasi sekolah dan mempermudah guru dalam menyusun administrasi pembelajaran.
Baca Juga: Survei APJII 2026: Generasi Z Jadi Pengguna AI Terbesar di Indonesia
Sinar kebahagiaan terpancar jelas dari wajah para guru dan murid saat menerima bantuan tersebut.
Langkah taktis yang dilakukan oleh pihak swasta ini diharapkan dapat memicu korporasi lain untuk ikut serta dalam program tanggung jawab sosial (CSR) yang berfokus pada pembenahan mutu dan fasilitas pendidikan di wilayah-wilayah yang belum tersentuh pembangunan infrastruktur secara merata. (*)