SORAK-SORAI ribuan pengunjung bergemuruh. Terdengar bersahut-sahutan di depan kompleks Masjid Al-Makmur Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara pada Minggu (8/2) malam.
Semua mata dan perhatian tertuju pada satu sosok, yang mengenakan pakaian merah mawar. Dengan riasan bak bangsawan. Lengkap dengan jamang atau mahkota serta untaian kembang melati.
Gemuruh keterpukauan tersebut membawa suasana baru, memunculkan latar laiknya era kerajaan.
Para pengunjung sengaja datang untuk menyaksikan prosesi Pekan Budaya Kriyan, khususnya Baratan 2026. Dalam rangkaian acara terdapat kirab atau Grebeg Kutho Bedah.
Di momen itulah pemeran Sang Ratu Kalinyamat tampil. Saat keluar dari dalam gedung, ia disambut tak hanya sorot mata. Tapi juga sorot kamera warga mengawal dengan jepretan. Tumplek blek.
Tak sendiri, Sang Ratu dibersamai lengkap dengan para dayang, penari hingga prajurit, yang tampil memukau. Terlebih saat naik ke atas panggung. Para pengunjung pun ikut mendongak ke atas.
Sang Ratu, yang dalam kesempatan ini diperankan oleh Khubaila Dwi Oktavia, menerima Keris Wulan Tumanggal, maupun Tongkat Kiai Cokro yang menjadi pusaka era Kasultanan Demak-Kalinyamat Islam Awal (dengan corak bulan sabit).
Sejurus dengan itu, Sang Ratu memimpin. Memberikan orasi. Membakar semangat para warganya. Untuk berjuang, menggempur Portugis. Demikianlah narasi historis yang diangkat.
Semua prosesi dijalani oleh Khubaila dengan penuh khidmat. Tak hanya cantik, tatapannya tegas. Menandakan satu prinsip yang teguh. Dalam tekad dan pendirian. Sebagaimana yang telah diteladankan oleh Sang Ratu Kalinyamat berabad-abad sebelumnya.
Perempuan muda yang akrab disapa Bella itu mengungkapkan, proses terpilihnya ia sebagai pemeran Ratu Kalinyamat pada Baratan Kriyan 2026, tidaklah instan. Setidaknya, ia harus melewati dua tahap seleksi yang cukup ketat.
“Awalnya ikut seleksi, habis itu ada pengumuman terpilih, tapi belum sepenuhnya jadi ratu. Setelah itu dikumpulkan lagi dan ada seleksi lanjutan,” tuturnya Selasa (10/2).
Seleksi pertama berlangsung setidaknya sejak 9 Januari 2026.
Usai lolos nominasi, menyisihkan hampir 40 kandidat, ia beserta beberapa orang peserta terpilih. Kian mengerucut. Hingga mengikuti tes tertulis seputar sejarah Ratu Kalinyamat dan peninggalannya.
Serta uji kemampuan membaca Al-Qur’an, lalu disaring melalui seleksi menari dan cara berjalan. Kemudian, ialah yang akhirnya terpilih sebagai pemeran karakter Ratu Kalinyamat.
Bella merupakan perempuan kelahiran 12 Oktober 2004, asal Bandengan, Jepara.
Ia merupakan lulusan MA Mathalibul Huda Mlonggo tahun 2022. Saat ini, Khubaila meniti karier sebagai model, baik di Jepara maupun di luar kota.
Pengalaman memerankan Ratu Kalinyamat menjadi momen yang sangat membekas baginya. Ia mengaku merasakan sensasi luar biasa saat kirab berlangsung.
“Benar-benar dahsyat dari segi penonton. Aku sampai tercengang. Rasanya seperti keluar dari gedung, aku bukan aku, tapi aku masih sadar,” ungkapnya.
Ia juga merasakan adanya energi kuat di sekitar area Masjid Al-Makmur saat kirab berlangsung. Begitupun saat prosesi kirab, sejauh 4,3 kilometer.
Di luar pujian yang diterimanya, di balik kemegahan acara, Bella harus menghadapi tantangan fisik.
Jadwal keluar kota yang padat membuatnya kelelahan. Namun hal itu dihadapinya dengan penuh totalitas.
Meski begitu, semangat pantang menyerah dan wibawa Ratu Kalinyamat justru semakin melekat dalam dirinya.
“Wanita pemberani cocok dengan diriku. Ini sudah kedua kalinya aku memerankan sosok besar,” ujarnya, mengingat sebelumnya ia juga terlibat dalam Lawatan Ratu Kalinyamat pada Hari Jadi Jepara 2025.
Sebelum fokus di dunia modeling, Khubaila sempat bekerja di sebuah klinik.
Ke depan, ia memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun untuk saat ini, ia memilih fokus membangun karier dan branding diri terlebih dahulu.
“Aku ingin dilihat sebagai perempuan yang keren dan mandiri,” ucapnya sumringah.
Anak kedua dari dua bersaudara ini hanya menjalani latihan tiga kali untuk menari dan berjalan, sementara latihan tari dayang dilakukan sekitar sepekan.
Meski persiapan terbilang singkat, hasil penampilannya sukses memukau ribuan warga.
“Acara kemarin benar-benar merasa antusiasme warga wow banget. Ini menunjukkan, semangat kolektif untuk melestarikan budaya di Jepara amatlah tinggi," sebutnya.
Khubaila berharap, pemeranannya sebagai Ratu Kalinyamat dapat membawa dampak positif, baik bagi kariernya pribadi maupun sebagai secercah inspirasi masyarakat.
Sosok Khubaila menjadi bukti bahwa perempuan muda Jepara mampu tampil percaya diri, berani, dan menginspirasi. Turut mewarisi semangat Ratu Kalinyamat yang tetap hidup pada abad ke-21 kini.
“Semoga (Ratu Kalinyamat, red) makin dikenal banyak orang. Saya pun mendapatkan berkahnya, dengan karier makin naik,” pungkasnya.(fik)
Editor : Mahendra Aditya