Mengenal Julia Monic Fadhila, Perempuan Rembang Ini Tunjukkan Muda Tak Harus Gengsi untuk Sukses

Redaksi Radar Kudus • Dipublikasikan Kamis, 5 Februari 2026 | 11:36 WIB

 

Julia Monic Fadhila
Julia Monic Fadhila

 

JULIA Monic Fadhila tidak gengsi blusukan di pasar tradisional. Justru hal itu dianggap bisa mengajarkan menjadi entrepreneur tangguh.

Hasil kemandiriannya, kini bisa dipetik. Selain membantu dan meringankan orang tua,  dia juga bisa melanjutkan mimpinya kuliah.

Monic -begitu sapaanya- tidak malu menjadi penjual ayam potong, usaha dari orang tuanya. Berangkat dari situlah, menjadi motivasi dirinya bisa berjalan hingga saat ini.

Saat ini, dia kuliah semester VIII di Program Studi (Prodi) Ilmu Hukum, Universitas Terbuka (UT). Dia harus pandai mengatur waktu, antara usaha dan kuliah.

Dia menghabiskan waktu usai subuhnya hingga pagi di pasar. Lalu, pagi harinya dia bekerja di BPR Saribumi Cabang Lasem, juga menimba ilmu di kampusnya.

”Banyak orang yang ngomong; ’masih muda kok jualan di pasar’ atau ’kuliah kok jualan di pasar’. Tapi semua itu saya abaikan,” kata perempuan kelahiran Rembang, 20 Juli 2000 ini.

Baginya tidak ada kamus malu, asalkan usahanya halal. Sebab, itu untuk memenuhi kebutuhannya dan keluarga.

Terlebih lagi untuk biaya kuliahnya dan adiknya. Itu membuatnya bangga bisa membantu orang tua dalam berwirausaha.

”Berwirausaha mengajarkan saya, bahwa kesuksesan bukan hanya tentang diri sendiri, tetapi tentang bagaimana kita bisa memberi manfaat dan membantu orang tua dengan penuh rasa bangga,” terang perempuan yang tinggal di RT 1/RW 3, Desa Sulang, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, ini.

Banyak suka-duka dia rasakan. Saat ramai pembeli dan banyak pesanan, membuatnya semakin bersemangat berjualan.

Sedangkan dukanya, saat ini banyak pesaing baru. Terkadang ada pelanggan yang berpindah.

”Kalau sepi kadang jadi down. Ditambah lagi, kalau melihat pedagang lain sedang ramai, tetapi dagangan sendiri sepi, itu juga kadang bikin sedih. Tapi namanya berdagang, ada kalanya sepi dan ada kalanya ramai. Tetap disyukuri dan telateni,” katanya. (noe)

Editor : Ali Mustofa
rembang entrepreneur sukses kuliah pasar tradisional