Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengenal Mutia Aqila Ulufanuri, Atlet Muda MAN 1 Jepara yang Berprestasi Lewat Taekwondo

Fikri Thoharudin • Kamis, 1 Januari 2026 | 17:44 WIB
Aqila Killut
Aqila Killut

RADAR KUDUS - PRESTASI membanggakan kembali ditorehkan pelajar Jepara. Mutia Aqila Ulufanuri, siswi MAN 1 Jepara kelahiran 11 Juli 2008, tampil sebagai atlet taekwondo muda. 

Ia berhasil mengharumkan nama sekolah, lewat torehan prestasi di berbagai ajang kejuaraan. Remaja asal Tahunan, RT 1/RW 5 ini membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan alasan untuk menyerah. 

Meski berbadan kecil tapi bernyali besar. Kecil-kecil cabe rawit. Dengan ketekunan dan mental yang terasah, Aqila Killut sapaan akrabnya, mampu berdiri sejajar, bahkan mengungguli lawan-lawan yang secara postur lebih besar dan berpengalaman.

Anak bungsu dari tiga bersaudara ini mulai menekuni taekwondo sejak 2022. Ketertarikannya tumbuh karena olahraga bela diri tersebut tak hanya melatih kekuatan fisik, tetapi juga membentuk karakter. Keberanian, fokus, disiplin, pantang menyerah, serta rasa percaya diri juga terasah

Berbagai prestasi pun berhasil diraih. Pada 13–14 Desember 2024, Mutia menyabet Juara 2 Kyorugi Under 42 dalam Kejurprov Taekwondo Piala KORMI dan Disporapar tingkat Provinsi Jawa Tengah. Ia juga meraih Juara 2 Kyorugi Under 42 pada ajang FORKAB.

Puncak prestasinya diraih dalam Festival Olahraga Masyarakat Daerah (FORDA) KORMI Jawa Tengah 2025 yang digelar di Surakarta pada 6–7 Desember 2025. Dalam ajang tersebut, Mutia sukses meraih Juara 1 Kyukpa Putri sekaligus dinobatkan sebagai best player.

Seluruh capaian itu ia persembahkan untuk sekolah dan keluarga. “Ini bentuk terima kasih saya kepada orang-orang yang selalu mendukung,” ucapnya.

Pengalaman paling berkesan baginya terjadi saat berlaga di Surakarta. Ia mengaku sempat merasa gemetar dan minder. Bagaimana tidak, ia harus menghadapi lawan dengan postur tubuh lebih tinggi, lebih besar, serta tingkat sabuk yang sudah senior.

Namun, pesan sang ibu menjadi penguat mentalnya. Ia diminta untuk terus membaca sholawat sebelum bertanding. 

Aqila pun melantunkan sholawat hingga memasuki arena, lalu mengawali tendangan dengan basmalah. 

Hasilnya, tiga papan berhasil ia pecahkan. Sementara lawan-lawannya gagal memecahkan papan hanya dengan satu kali tendangan.

Di luar arena pertandingan, Aqila dikenal sebagai siswi multitalenta. Ia mampu menyeimbangkan prestasi akademik, nonakademik, dan organisasi. Selain belajar di sekolah dan rumah, ia juga mengikuti les di Ganesha Operation.

Pada bidang seni dan nonakademik, Aqila aktif dalam pentas seni kelas. Ia tampil sebagai pemeran utama drama dan monolog. Serta tergabung dalam tim kreatif hingga meraih predikat best performance. Dirinya juga kerap mengikuti lomba puisi di sejumlah perguruan tinggi.

Kemampuan public speaking-nya pun terus diasah. Aqila sering dipercaya menjadi MC upacara, apel, serta berbagai kegiatan resmi di MAN 1 Jepara. 

Ia juga mendapat kepercayaan sebagai pembaca UUD 1945. Di bidang organisasi, ia aktif sebagai anggota OSIS dan menjabat Ketua Kelas.

Untuk menjaga konsistensi, Aqila menjalani latihan taekwondo tiga kali dalam sepekan, ditambah latihan fisik mandiri. Waktunya diatur ketat. Mulai dari bangun tidur hingga beranjak beristirahat.

Dukungan penuh datang dari keluarga, teman, dan pihak sekolah. MAN 1 Jepara bahkan memberikan bantuan berupa biaya pendaftaran, P3K, serta beasiswa bagi siswa berprestasi.

Ke depan, Mutia bercita-cita menjadi Sabeum atau pelatih taekwondo dan membuka dojang sendiri. Di samping bidang olahraga ia juga tertarik bidang kesehatan. Aqila berencana melanjutkan pendidikan di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Program Studi Teknologi Laboratorium Medis.

Selain itu, ia bermimpi menjadi atlet PON, serta mengumpulkan lebih banyak prestasi. “Saya ingin menjadi PNS, punya usaha kos-kosan, membuka dojang, dan hidup berkecukupan,” ucapnya merinci cita-cita.

Aqila berharap dapat dikenal sebagai siswi berprestasi yang mampu menyeimbangkan akademik, organisasi, olahraga, dan seni. “Prestasi bukan hanya soal piala, tapi juga tentang karakter, sikap, dan dampak positif bagi sekitar,” ujarnya.

Ia pun berpesan kepada teman-teman seusianya agar selalu berdoa dalam kondisi apapun. Menjadikan ujaran negatif sebagai motivasi. Ia yakin bahwa di balik setiap kesulitan selalu ada kemudahan. 

“Prestasi ini, saya persembahkan kepada keluarga, sekolah, pelatih, dan semua pihak yang membersamai,” pungkasnya.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#jepara #perempuan tangguh #inspiratif #taekwondo #MAN 1 jepara