Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sosok Mutia Aqila Tak Minder Hadapi Lawan Lebih Besar, Prestasi Juaranya Dipersembahan untuk MAN 1 Jepara

Fikri Thoharudin • Senin, 29 Desember 2025 | 20:20 WIB

MEMBANGGAKAN: Siswi MAN 1 Jepara Mutia Aqila membopong juara Tae Kwon Do.
MEMBANGGAKAN: Siswi MAN 1 Jepara Mutia Aqila membopong juara Tae Kwon Do.

MUTIA Aqila Ulufanuri, siswi MAN 1 Jepara kelahiran 11 Juli 2008, terus berhasil mengukir prestasi.

Ia menjadi salah satu atlet taekwondo muda yang menginspirasi. 

Remaja asal Kecamatan Tahunan RT 01/RW 05 ini berhasil membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berprestasi.

Baca Juga: Mengenal Resvi Variska, Dara Cantik Asal Monggo Jepara yang Menekuni Hobi hingga jadi Profesi

Anak bungsu dari tiga bersaudara ini, mulai menekuni taekwondo sejak tahun 2022.

Kecintaannya pada olahraga tumbuh karena taekwondo mengajarkan keberanian. Melatih fisik dan mental, fokus, pantang menyerah, serta membangun rasa percaya diri. 

Sejumlah prestasi berhasil diraih.

Pada 13–14 Desember 2024, Aqila meraih Juara 2 Kyorugi Under 42 pada ajang Kejurprov Taekwondo Piala KORMI dan Disporapar tingkat Provinsi Jawa Tengah. 

Ia juga menyabet Juara 2 Kyorugi Under 42 pada ajang FORKAB.

Prestasi puncaknya diraih pada Festival Olahraga Masyarakat Daerah (FORDA) KORMI Jawa Tengah Tahun 2025 di Surakarta, 6–7 Desember 2025, dengan meraih Juara 1 Kyupa Putri sekaligus Best Player

Sederet prestasi tersebut dipersembahkannya untuk sekolahan dan keluarga.

Aqila Killut sapaan akrabnya menceritakan pengalamannya yang paling berkesan.

Hal itu terjadi saat berlaga di Surakarta. Ia semula mengaku sempat gemetar dan minder karena lawan-lawannya berbadan besar, lebih tinggi, dan memiliki tingkat sabuk di atasnya. 

Namun, pesan sang ibu untuk membaca sholawat sebelum bertanding menjadi penguat mentalnya. Ia terus membaca sholawat hingga memasuki arena, saat menendang papan disertai basmalah.

Hasilnya, tiga papan berhasil dipecahkan, sementara lawan-lawannya tidak mampu memecahkan papan dengan satu kali tendangan.

Di luar prestasi olahraga, Mutia Aqila mampu menyeimbangkan akademik, nonakademik, dan organisasi. Ia belajar di sekolah, di rumah, serta mengikuti les di Ganesha Operation. 

Pada bidang nonakademik, ia juga aktif mengikuti pensi kelas dengan drama dan monolog sebagai pemeran utama sekaligus tim kreatif, hingga meraih best performance.

Dirinya juga mengikuti lomba puisi di beberapa universitas meski belum meraih juara.

Kemampuan public speaking juga terus diasah. Aqila kerap menjadi MC upacara, MC apel, MC kegiatan di MAN 1 Jepara, serta dipercaya sebagai pembaca UUD 1945.

Di bidang organisasi, ia aktif sebagai anggota OSIS MAN 1 Jepara dan menjabat Ketua Kelas XI F 6.

Hobinya meliputi public speaking, olahraga seperti taekwondo, senam, latihan fisik, voli, petanque, seni tari, dance, puisi, monolog, drama, serta memasak. 

Ia sendiri berlatih taekwondo tiga kali seminggu, ditambah latihan fisik mandiri. Pembagian waktunya dilakukan secara disiplin, mulai dari ibadah, aktivitas rumah, sekolah, les, latihan, hingga istirahat.

Lingkungan keluarga, teman, dan sekolah disebut sangat mendukung. Sekolah bahkan memberikan dorongan berupa bantuan pembayaran pendaftaran dan P3K, serta beasiswa bagi siswa berprestasi.

"Saya ingin menjadi sabeum (pelatih taekwondo) dan membuka dojang. Selain itu saya juga tertarik pada bidang olahraga dan kesehatan. Rencananya mau melanjutkan pendidikan di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Prodi Teknologi Laboratorium Medis," ungkapnya Senin (29/12).

Di samping itu, ia  bermimpi berangkat umrah beserta keluarga. Menjadi atlet PON dan mengumpulkan juara. 

"Saya ingin menjadi PNS, memiliki usaha kos-kosan, membuka dojang, serta hidup berkecukupan," ucapnya.

Baca Juga: Natal Raya 2025 Meriah, Bupati Jepara Wiwit Sebut Salah Satu Terbesar dalam Satu Dekade

Mutia ingin dipandang sebagai siswi berprestasi multitalenta yang mampu menyeimbangkan akademik, organisasi, olahraga, dan seni. 

“Prestasi bukan hanya soal pencapaian, tetapi juga karakter, sikap, dan dampak positif bagi lingkungan,” ujarnya.

Ia pun menyampaikan pesan kepada teman-temannya agar selalu mengingat pesan ibu, berdoa dalam kondisi apa pun, menjadikan ucapan buruk sebagai motivasi, dan percaya bahwa di balik kesusahan selalu ada kemudahan. 

Mutia menutup dengan ucapan terima kasih kepada keluarga, sekolah, teman, pelatih, dan seluruh pihak yang telah mendukung perjalanannya hingga saat ini.(fik)

Editor : Ali Mustofa
#inspirashe #siswa berprestasi #MAN 1 jepara