KUDUS - Mahasiswi UIN Sunan Kudus asal Dukuh Madu, Desa Cendono, Kecamatan Dawe di Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Paradigma melalui kepemimpinan yang kritis, inklusif, dan penuh empati.
Di balik tutur lembut dan senyum menenangkan, tersimpan ketegasan serta visi besar dari sosok Firda Maulidatin Ni’mah, mahasiswi berprestasi UIN Sunan Kudus yang kini menjabat sebagai Pimpinan Umum LPM Paradigma
Di balik tutur lembut dan senyum menenangkan, tersimpan ketegasan serta visi besar dari sosok Firda Maulidatin Ni’mah, mahasiswi berprestasi UIN Sunan Kudus asal Dukuh Madu, Desa Cendono, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, yang kini menjabat sebagai Pimpinan Umum LPM Paradigma.
Sebagai pimpinan umum periode 2025, Firda dikenal mampu membawa Paradigma menonjol dalam berbagai ajang jurnalistik.
Di bawah kepemimpinannya, lembaga pers ini tak hanya produktif melahirkan tulisan-tulisan kritis, tetapi juga melebarkan peran ke ranah media kreatif seperti film pendek, liputan multiplatform, serta kolaborasi lintas kampus.
“Bagi saya, memimpin bukan soal posisi, tetapi tanggung jawab untuk menumbuhkan potensi. Saya ingin setiap anggota Paradigma merasa punya ruang untuk tumbuh dan bersuara,” ujarnya dengan tegas.
Kepemimpinan yang Inklusif dan Kritis
Kepemimpinan Firda tercermin dari upayanya membangun budaya redaksi yang inklusif dan berperspektif kritis, tanpa kehilangan kehangatan interpersonal.
Ia dikenal dekat dengan anggota, menyeimbangkan ketegasan dan empati, serta menerapkan gaya dialogis yang menumbuhkan rasa percaya diri di setiap individu.
Selain aktif di Paradigma, Firda juga berkiprah di berbagai organisasi kampus. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris II UKM Digitama, Wakil Ketua Umum HMPS Biologi, Sekretaris Umum Laboratorium Botani, dan anggota Kementerian Pendidikan dan Riset DEMA FATA.
Keaktifannya di berbagai bidang membuatnya matang dalam manajemen organisasi, komunikasi publik, dan kepemimpinan kolaboratif.
Dari Laboratorium hingga Dunia Literasi Media
Di bidang akademik, Firda turut terlibat dalam penelitian yang mengangkat potensi lokal. Salah satunya adalah kajian tentang pemanfaatan buah parijoto (Medinilla speciosa) dalam pengembangan produk bioteknologi berbasis kearifan lokal.
Prestasinya pun melampaui ruang kampus. Firda pernah menjadi presenter internasional Festival SEIBA di Padang, sekaligus awardee Beasiswa BAZNAS Jawa Tengah.
Tahun ini, ia kembali dipercaya mewakili LPM seluruh Indonesia sebagai presenter program Media Information Literacy (MIL) yang diinisiasi oleh AJI Indonesia dan UNESCO di Jakarta ajang bergengsi yang menegaskan pentingnya literasi media di era digital.
Perempuan Muda di Garda Depan Perubahan
Dengan keseimbangan antara intelektualitas, empati, dan keanggunan, Firda menjadi contoh nyata bahwa perempuan muda dapat memimpin tanpa kehilangan jati diri.
Baginya, kecantikan bukan sekadar rupa, melainkan keteguhan hati dan kemampuan memberi dampak positif bagi sesama.
“Perempuan yang memimpin bukan untuk mendominasi, tapi untuk membuka ruang berpikir, berdialog, dan berkarya bersama,” tuturnya dengan tatapan penuh keyakinan.
Kini, Firda Maulidatin Ni’mah dikenal sebagai salah satu perempuan muda inspiratif dari Kudus, figur yang membuktikan bahwa idealisme, kepemimpinan, dan pesona dapat berjalan beriringan.
Melalui LPM Paradigma, ia terus menyalakan semangat literasi dan menunjukkan bahwa suara mahasiswa, terutama suara perempuan, layak berada di garda depan perubahan.(fad)
Editor : Ali Mustofa