Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengenal Sosok Rofida Ilya, Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga yang Peduli Literasi, Jadi Koordinator Komunitas Membaca di Kudus

Andika Trisna Saputra • Minggu, 19 Oktober 2025 | 02:35 WIB
Sosok Rofida Ilya. (DOK PRIBADI)
Sosok Rofida Ilya. (DOK PRIBADI)

KUDUS – Di sela kesibukannya kuliah di Universitas Terbuka jurusan Hukum, semester tiga, Rofida Ilya (28) tetap setia menyalakan banyak api semangat dalam hidupnya.

Sebelumnya, Ia juga telah lulus dan mendapat gelar sarjananya di Program Studi KPI (Komunikasi dan Penyiaran Islam), Fakultas Dalwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Ia bukan hanya mahasiswa, tetapi juga pelaku usaha kuliner, pegiat literasi, pengajar di pesantren, sekaligus penulis muda yang terus menumbuhkan mimpi.

Baca Juga: Mengenal Sosok Kirani, Siswi SMK Negeri 3 Jepara yang Bersemangat Tekuni Dunia Jurnalistik dan Kuliner

Kecintaannya pada dunia kuliner berawal dari hobi masa kecil.

Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Rofida sudah senang memasak, meski sempat dilarang orang tuanya karena masih terlalu kecil.

“Akhirnya saya masak di rumah teman, sepulang sekolah,” kenangnya sambil tertawa. 

Kini, hobi itu berkembang menjadi bisnis kuliner yang dirintisnya sejak 2024, dengan berbagai produk seperti pie, brownies, lava cake, dan cookies.

Produk buatannya dipasarkan melalui sistem pre-order dan media sosial.

Responsnya luar biasa, terutama untuk menu pie yang sering dipesan sebagai hantaran.

“Paling banyak pernah sekitar 70 buah dalam satu pesanan,” ujarnya. 

Baca Juga: Lebih Dekat dengan Hanun, Siswi Berprestasi dari Rembang: Tumbuhkan Cinta Budaya Lewat Modeling

Tak hanya melayani wilayah sekitar Kudus, ia juga pernah mengirim pesanan ke luar kota, mulai dari Padang, Bandung, Jakarta, hingga Depok.

Semua proses produksi ia tangani sendiri.

Keuletan dan ketelatenan itu ia dapatkan secara otodidak.

Rofida gemar mencari resep dan berinovasi hingga menemukan cita rasa yang sesuai dengan seleranya.

Baca Juga: Gus Rozin Harapkan Bupati Kudus untuk Segera Terbitkan Perbup Pesantren

“Saya menikmati setiap prosesnya. Dari bahan mentah hingga jadi kue, rasanya seperti melihat ide yang pelan-pelan mewujud,” katanya. 

Ke depan, ia berencana memperluas pasar dengan promosi yang lebih gencar di media sosial.

Di luar dapur, Rofida juga aktif dalam dunia literasi.

Ia menjadi koordinator regional Kudus Book Party, komunitas membaca yang rutin menggelar kegiatan dua pekan sekali di Balai Jagong dan Oasis PT Djarum.

Kegiatan itu kerap diikuti sekitar 30 peserta.

“Lewat membaca, saya belajar banyak hal, terutama soal perempuan,” tuturnya. 

Tak heran, banyak buku yang ia baca bertema feminisme, pemberdayaan perempuan, dan refleksi sosial.

Selain membaca, Rofida juga menulis puisi dan cerpen.

Sejauh ini, ia telah menulis tiga karya cerpen, dan ia tengah menyiapkan buku kumpulan puisi yang ditargetkan terbit tahun depan.

“Menulis itu cara saya menumpahkan rasa,” ujarnya. 

Dunia seni rupa juga tidak lepas dari perhatiannya, ia gemar menggambar doodle art, berfotografi, hingga mendesain grafis, bak melengkapi sisi kreatifnya.

"Dulu saya ikut komunitas fotografi jurnalistik semasa kuliah pertama saya yang di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Kalau ada waktu senggang juga biasanya saya menggambar," tambahnya.

Tak berhenti di situ, Rofida pun mengajar di pondok pesantren sejak 2024.

Ia membawakan materi seputar edukasi seksual, gender, kesehatan reproduksi, dan kesetaraan.

Baginya, pendidikan adalah bentuk pengabdian.

“Saya ingin nanti kelas edukasinya bisa diperluas ke panti asuhan atau tempat lain. Ilmu itu harus menjangkau lebih banyak orang,” tegasnya.

Di antara semua kesibukan itu, Rofida seperti menenun benang-benang impiannya menjadi satu kain utuh.

Antara dapur, buku, kelas, dan karya seni, semuanya adalah cara baginya untuk terus tumbuh.

“Saya ingin hidup yang penuh makna, di mana setiap hal yang saya lakukan punya dampak,” ujarnya, tersenyum. (dik)

Editor : Mahendra Aditya
#hobi masak #membaca #inspirashe #hobi nulis #komunitas literasi